Zulhas Minta BGN Perbanyak Menu Telur MBG untuk Stabilkan Harga di Tingkat Peternak
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperbanyak penggunaan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna membantu menstabilkan harga telur ayam ras di tingkat peternak yang saat ini mengalami penurunan akibat pasokan berlebih.
Permintaan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau harga dan pasokan pangan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Menurutnya, peningkatan serapan telur melalui program MBG dapat menjadi solusi cepat untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan di pasar domestik.
“Nah, kemudian harganya ini agar bisa sesuai HET telur, kita minta BGN. Karena kalau BGN dua hari saja pakai telur, itu berarti 48 juta telur satu kali belanja itu,” ujar Zulkifli Hasan kepada wartawan.
Ia menjelaskan harga telur ayam ras di Pasar Palmerah saat ini berada di kisaran Rp27 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram. Sementara itu, harga di tingkat peternak turun hingga sekitar Rp20 ribu per kilogram dari kondisi normal sekitar Rp23 ribu per kilogram.
“Pasokannya banyak, permintaannya sedikit, kita minta BGN pakai telur dua hari dalam satu minggu,” katanya.
Di sela peninjauan pasar, Zulkifli Hasan bahkan menelepon langsung Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana untuk meminta penambahan menu telur pada program MBG.
“Pak Dadan, ini harga telur di bawah HET. Ada permohonan dari para peternak petelur, BGN beberapa hari ini pakai telur dulu pak, agar peternak petelurnya bisa tersenyum,” ujar Zulhas saat melakukan panggilan telepon.
Menurut dia, program MBG memiliki daya serap pangan yang sangat besar sehingga dapat menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga komoditas peternakan nasional.
“Kalau seminggu ini dua hari menggunakan telur, minggu depan sudah stabil,” ucapnya.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 12 Mei 2026, harga rata-rata nasional telur ayam ras tercatat Rp28.354 per kilogram atau turun 0,18 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Pemerintah sebelumnya memang menjadikan program MBG sebagai salah satu instrumen penguatan konsumsi pangan domestik sekaligus mendukung penyerapan hasil produksi petani dan peternak dalam negeri. Program tersebut saat ini melayani jutaan penerima manfaat di berbagai daerah melalui ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kondisi penurunan harga telur sendiri dipengaruhi tingginya produksi di tingkat peternak yang tidak diimbangi peningkatan permintaan pasar. Jika berlangsung terlalu lama, situasi tersebut dikhawatirkan dapat menekan keuntungan peternak hingga memicu pengurangan produksi.
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menjaga agar harga telur tetap terjangkau bagi masyarakat tanpa merugikan peternak.
“HET itu konsumen enggak terlalu berat, tapi peternaknya enggak tutup. Kalau terlalu murah peternaknya tutup,” kata Zulhas.
Ke depan, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga pangan strategis nasional serta mengoptimalkan program MBG sebagai instrumen stabilisasi pasar dan penguatan ketahanan pangan domestik.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implem

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak
