Yonarmed 12 Kostrad Dorong Ekonomi Warga Perbatasan Melalui Edukasi UMKM Tempe dan Keripik Pisang
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

BELU – Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melalui Pos Turiscain berpartisipasi dalam kegiatan percepatan pencapaian sasaran pembangunan yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur di Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada edukasi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat perbatasan.
Dalam kegiatan itu, personel Pos Turiscain bersama Pos Dafala memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai peluang usaha berbasis potensi lokal, khususnya produksi tempe dan keripik pisang. Edukasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat terhadap pengembangan usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Yosef Rasi, M.Si., bersama unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan negara.
Danki 2 Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Kapten Arm Galang, mengatakan keterlibatan Satgas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi kerakyatan.
“Kami berharap sosialisasi UMKM ini dapat memberikan motivasi dan pengetahuan baru bagi warga untuk mengembangkan usaha yang produktif. Satgas tidak hanya hadir menjaga perbatasan, tetapi juga berupaya membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan,” ujar Kapten Arm Galang.
Menurutnya, wilayah perbatasan memiliki banyak potensi ekonomi yang dapat dikembangkan apabila masyarakat memperoleh akses pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan yang memadai. Karena itu, edukasi kewirausahaan menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong lahirnya usaha-usaha produktif berbasis sumber daya lokal.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yosef Rasi, menegaskan bahwa percepatan pembangunan di kawasan perbatasan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat perbatasan mampu memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan mereka untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga,” katanya.
Program pengembangan UMKM menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi daerah, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan akses pasar dan keterbatasan lapangan kerja formal. Produk olahan seperti tempe dan keripik pisang dinilai memiliki prospek yang baik karena memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh serta memiliki pasar yang cukup luas.
Selain memberikan tambahan penghasilan, pengembangan UMKM juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat desa. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, usaha berbasis potensi lokal diharapkan mampu berkembang menjadi sumber ekonomi yang lebih kuat dan mandiri.
Partisipasi Satgas Pamtas dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kehadiran TNI di wilayah perbatasan tidak hanya berorientasi pada pengamanan wilayah, tetapi juga mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kesejahteraan warga sekaligus menjaga stabilitas kawasan perbatasan.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat akan terus diperkuat untuk memperluas program pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan. Melalui pengembangan UMKM dan pemanfaatan potensi lokal, pemerintah berharap pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata hingga ke daerah terluar Indonesia.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
