WFH Satu Hari Seminggu Jadi Opsi Strategis Pemerintah Tekan Konsumsi Energi di Tengah Tekanan Global
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta — Di tengah meningkatnya tekanan energi global yang berdampak hingga ke dalam negeri, pemerintah mulai menyiapkan langkah adaptif yang tidak hanya efisien, tetapi juga tetap menjaga kualitas pelayanan publik. Salah satu opsi yang kini mencuat adalah penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur negara. Kebijakan ini bukan sekadar perubahan pola kerja, melainkan bagian dari strategi besar menghadapi tantangan energi yang kian nyata.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial telah melakukan simulasi terkait skema tersebut. Simulasi ini berfokus pada pembagian proporsi antara bekerja dari kantor (WFO) dan WFH agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. “Sedang melakukan simulasi,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul dalam program Newsline Metro TV, Kamis (26/3/2026). Ia menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu aturan resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) sesuai arahan Presiden.
Langkah ini bukan tanpa dasar. Pemerintah melihat adanya urgensi untuk menekan konsumsi energi, terutama listrik dan bahan bakar, yang semakin tertekan akibat dinamika global. Syaifullah Yusuf menjelaskan bahwa upaya efisiensi sebenarnya telah dilakukan sebelumnya dan menunjukkan hasil signifikan. “Dulu waktu efisiensi tahun lalu saja kita bisa mengurangi pembayaran listrik itu cukup besar, bisa sampai Rp1 miliar,” ujarnya. Selain simulasi WFH, Kemensos juga telah mulai mengurangi penggunaan pendingin ruangan, listrik, hingga intensitas rapat.
Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas nasional di tengah ancaman krisis energi global. Pembagian kerja antara WFO dan WFH diharapkan mampu menekan mobilitas harian, mengurangi konsumsi BBM, serta menekan beban listrik perkantoran tanpa mengorbankan pelayanan publik. Dengan kata lain, efisiensi tidak hanya dilakukan pada anggaran, tetapi juga pada pola kerja yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Meski demikian, kebijakan ini tidak lepas dari potensi pertanyaan publik, terutama terkait efektivitas pelayanan jika WFH diterapkan. Namun, simulasi yang dilakukan menunjukkan bahwa dengan pengaturan yang tepat, pelayanan tetap dapat berjalan optimal. Teknologi digital dan sistem kerja fleksibel menjadi kunci dalam memastikan bahwa produktivitas tidak menurun, bahkan berpotensi meningkat jika dikelola dengan baik.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa skema WFH telah dibahas dalam rapat tingkat menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Mayoritas kementerian disebut telah sepakat terhadap penerapan satu hari WFH nasional, meskipun hari pelaksanaannya belum diumumkan. “Saya tidak mau menyebutkan harinya dulu. Hasil rapat ini harus dilaporkan terlebih dahulu kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Tito.
Pada akhirnya, kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menyeimbangkan antara kebutuhan efisiensi energi dan keberlanjutan pelayanan publik. Dengan menunggu arahan resmi Presiden, langkah ini diharapkan segera memiliki payung hukum yang jelas dan dapat diterapkan secara nasional. Jika terealisasi, WFH satu hari dalam sepekan bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga bisa menjadi model kerja masa depan yang lebih hemat energi dan adaptif terhadap krisis global.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
