TNI Rampungkan Jembatan Aramco di Nias, Akses Warga Desa Sihareo III Kini Lebih Aman
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 28 Jul 2026, 13.13

Nias — Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodim 0213/Nias menuntaskan pembangunan Jembatan Aramco di Desa Sihareo III, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, Kamis (19/3/2026). Jembatan ini dibangun untuk mengatasi kendala akses transportasi warga, khususnya saat melintasi aliran sungai yang kerap berisiko tinggi pada musim hujan.
Pembangunan jembatan dilakukan oleh personel Kodim 0213/Nias bersama Yon TP 903/Baluseda dan masyarakat setempat melalui kerja sama gotong royong. Proses pengerjaan meliputi perakitan struktur pipa baja, pembangunan pondasi atau dudukan jembatan, penimbunan material pasir dan batu, pemadatan tanah, hingga pengecoran dinding sayap sebagai penguat konstruksi.
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han) menyatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi solusi konkret atas keterbatasan infrastruktur di wilayah. “Keberhasilan pembangunan jembatan ini merupakan hasil sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur di wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Dengan akses yang lebih aman dan lancar, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga dapat berjalan lebih optimal,” kata Asrul.
Secara geografis, sejumlah wilayah di Kabupaten Nias masih menghadapi tantangan infrastruktur, terutama akses penghubung antar desa yang dipisahkan oleh sungai dan kondisi medan yang sulit. Sebelum adanya jembatan permanen, warga kerap menghadapi risiko saat menyeberang, terutama ketika debit air meningkat pada musim penghujan.
Kondisi tersebut selama ini berdampak pada terbatasnya mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan hasil produksi lokal. Pembangunan jembatan seperti Aramco menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur dasar di daerah terpencil guna mendukung pemerataan pembangunan.
Dari sisi dampak, keberadaan jembatan ini diperkirakan akan menurunkan risiko kecelakaan, mempercepat waktu tempuh, serta meningkatkan efisiensi distribusi logistik masyarakat. Selain itu, akses yang lebih baik juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi dan layanan publik, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Ke depan, TNI bersama pemerintah daerah berencana melanjutkan pembangunan infrastruktur serupa di wilayah lain yang masih memiliki keterbatasan akses. Program pemeliharaan jembatan serta peningkatan kualitas jalan penghubung juga menjadi bagian dari langkah lanjutan untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
