TNI-Polri dan Warga Gotong Royong Bersihkan Dampak Banjir di Joyotakan Surakarta
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

SURAKARTA — Aparat TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat menggelar kerja bakti besar untuk membersihkan wilayah terdampak banjir di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah percepatan pemulihan lingkungan pascabencana yang melanda kawasan tersebut.
Aksi gotong royong yang dipusatkan di RW 02, 03, dan 04 sejak pukul 08.00 WIB itu dipimpin Komandan Rayon Militer (Danramil) 03 Serengan Kapten Cba Tri Rusman P, S.Sos, dengan melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Personel dari Kodim 0735/Surakarta, Polsek Serengan, serta unsur perlindungan masyarakat (Linmas) turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Selain aparat, kegiatan ini juga melibatkan relawan mahasiswa dari Politeknik Indonusa Surakarta serta relawan dari Kementerian Agama. Babinsa Joyotakan, Serka Rumbawa dan Serka Sudiyono, turut melakukan pemantauan sekaligus membantu langsung proses pembersihan di lapangan.
“Kerja bakti ini kami lakukan untuk mempercepat pemulihan lingkungan warga agar bisa kembali bersih dan layak huni,” ujar Kapten Cba Tri Rusman dalam keterangannya di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam penanganan pascabencana. “Keterlibatan semua pihak, baik aparat maupun masyarakat, sangat penting agar proses pemulihan berjalan cepat dan optimal,” katanya.
Pembersihan difokuskan pada rumah warga, jalan lingkungan, saluran air, tempat ibadah, serta fasilitas umum yang terdampak lumpur dan sampah akibat banjir. Proses ini didukung oleh tim pemadam kebakaran Kodim 0735/Surakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta yang melakukan penyemprotan dan pengangkutan material sisa banjir.
Banjir yang melanda wilayah Joyotakan sebelumnya dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya saluran air di kawasan padat penduduk tersebut. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah rumah terendam dan aktivitas warga sempat terganggu.
Partisipasi relawan, termasuk mahasiswa dan unsur keagamaan, turut memberikan dukungan moril bagi warga terdampak. Sejumlah warga menyambut positif kegiatan ini karena dinilai mempercepat pemulihan kondisi lingkungan.
Secara lebih luas, kegiatan gotong royong ini mencerminkan peran kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam penanganan bencana. Selain mempercepat pemulihan fisik, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi darurat.
Ke depan, pemerintah daerah bersama aparat terkait berencana melanjutkan upaya pemulihan dengan normalisasi saluran air dan peningkatan kesiapsiagaan bencana, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayah tersebut.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
