TNI Perkuat Konektivitas Papua Tengah melalui Pembangunan Jembatan Garuda di Deiyai
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 29 Jul 2026, 17.57

Prajurit TNI Angkatan Laut dari Batalyon Infanteri (Yonif) 2 Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile RI–PNG Koops Habema Tahun 2026 bersama personel Kodim 1703/Deiyai melaksanakan pengamanan sekaligus membantu perbaikan jembatan penghubung antara Kampung Okumetadi dan Kampung Okumekebo, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Kamis (11/06/2026). Jembatan yang direncanakan akan diresmikan dengan nama Jembatan Garuda tersebut diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antarsatuan TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Selain menjalankan tugas pengamanan selama proses pembangunan berlangsung, para prajurit juga terlibat langsung dalam berbagai pekerjaan perbaikan dan penyempurnaan konstruksi jembatan. Upaya tersebut dilakukan agar jembatan dapat segera difungsikan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga yang selama ini bergantung pada akses penghubung antarwilayah tersebut.
Komandan Satgas Pamtas Mobile RI–PNG Yonif 2 Marinir, Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E., menegaskan bahwa keberadaan Jembatan Garuda nantinya akan menjadi sarana vital bagi masyarakat setempat. Menurutnya, jembatan tersebut akan mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta kegiatan ekonomi yang menjadi penopang kesejahteraan masyarakat di kedua kampung.
Lebih lanjut, Letkol Marinir Helilintar menyampaikan bahwa pembangunan dan perbaikan jembatan merupakan bentuk nyata kehadiran TNI dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia berharap Jembatan Garuda tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi simbol persatuan yang mempererat hubungan sosial dan persaudaraan antara warga Kampung Okumetadi dan Kampung Okumekebo. Dengan akses yang lebih baik, berbagai potensi daerah diharapkan dapat berkembang lebih cepat dan merata.
Semangat gotong royong dan kebersamaan terlihat jelas selama proses perbaikan berlangsung. Personel Satgas Yonif 2 Marinir dan Kodim 1703/Deiyai bekerja bahu-membahu untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar dan sesuai rencana. Kehadiran para prajurit mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat yang merasa terbantu dengan pembangunan fasilitas yang sangat dibutuhkan tersebut. Melalui kegiatan ini, Satgas Pamtas Mobile RI–PNG Koops Habema Tahun 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua Tengah.
#TNI #TNIUntukRakyat #BersamaRakyatTNIKuat #MembangunPapua #GotongRoyong #AksiNyataTNI
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
