TNI Dikerahkan Pascagempa M7,6 di Sulut, Fokus Evakuasi dan Pemulihan Warga Terdampak
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 27 Jul 2026, 20.02

JAKARTA – Prajurit Tentara Nasional Indonesia bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). Melalui Kodam XIII/Merdeka, personel langsung diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak untuk membantu evakuasi korban, pembersihan puing, dan pemulihan awal.
Satuan dari Korem 131/Santiago dikerahkan ke wilayah terdampak, terutama di Manado dan Bitung. Prajurit melakukan berbagai upaya penanganan darurat, mulai dari evakuasi korban, pendataan kerusakan, hingga membantu masyarakat yang terdampak langsung.
Panglima Komando Daerah Militer XIII/Merdeka Mayor Jenderal TNI Mirza Agus menegaskan kehadiran prajurit merupakan bagian dari tanggung jawab TNI dalam membantu masyarakat saat bencana.
“Kami telah mengerahkan personel untuk membantu penanganan pascagempa. Evakuasi, pembersihan, hingga pendataan dilakukan secara terpadu,” ujarnya.
Di Manado, satu Satuan Setingkat Peleton (SST) gabungan Korem 131/Santiago dan Kodim 1309/Manado fokus melakukan evakuasi serta pembersihan material bangunan rusak, termasuk di sekitar Gedung GOR KONI Sario. Prajurit juga membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Sementara di Bitung, satu SST dari Kodim 1310/Bitung bersama personel Yonif TP 916/BS diterjunkan untuk menangani rumah rusak berat serta memberikan imbauan kepada masyarakat, menyusul adanya gelombang laut kecil di wilayah pesisir Lembeh dan Kasawari.
Di wilayah Minahasa dan Minahasa Tenggara, masing-masing satu SST dari Kodim 1302/Minahasa turut dikerahkan. Selain membantu warga, personel juga melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi potensi gempa susulan.
Gempa berkekuatan M7,6 tersebut merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Sulawesi Utara, yang berada di kawasan cincin api Pasifik dan rawan aktivitas seismik. Kondisi geografis ini menyebabkan wilayah tersebut kerap mengalami gempa bumi dan berpotensi memicu kerusakan infrastruktur serta gangguan aktivitas masyarakat.
Dari sisi dampak, bencana ini menyebabkan kerusakan bangunan dan terganggunya aktivitas warga di sejumlah daerah. Namun, respons cepat aparat dan pemerintah dinilai mampu mempercepat proses pemulihan serta meminimalkan risiko korban lebih lanjut.
Selain penanganan fisik, prajurit TNI juga aktif mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan pemerintah dan informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Hingga saat ini, situasi di wilayah terdampak dilaporkan mulai kondusif dan aktivitas masyarakat berangsur normal. TNI bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan, pendataan lanjutan, serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
