TNI AU Siagakan Helikopter Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

JAKARTA, 10 Mei 2026 — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara menyiagakan kekuatan udara untuk membantu proses evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, setelah tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas), Minggit Triwibowo, mengatakan TNI AU telah menyiapkan armada helikopter dan kekuatan pendukung lainnya untuk diterjunkan apabila dibutuhkan dalam operasi penyelamatan dan evakuasi korban.
“Nanti manakala dibutuhkan, tentu saja kita siagakan helikopter kita yang ada di ATS (Atang Senjaya) dan kekuatan yang lain,” ujar Minggit Triwibowo di Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2026).
Menurut dia, pengerahan personel dan alat utama sistem senjata dalam penanganan bencana alam merupakan bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang menjadi tanggung jawab TNI dalam membantu masyarakat saat terjadi keadaan darurat.
“Bencana alam ini menjadi bagian dari tugas kita juga, OMSP,” katanya.
TNI AU disebut telah melakukan evaluasi dari pengalaman penanganan bencana sebelumnya di wilayah Sumatera untuk memperkuat kesiapsiagaan operasi bantuan kemanusiaan di daerah lain, termasuk di Maluku Utara.
Sementara itu, Erlichson Pasaribu mengatakan tim SAR gabungan telah menemukan tiga korban meninggal dunia di kawasan Gunung Dukono. Korban terdiri atas satu warga Indonesia asal Jayapura dan dua warga negara Singapura.
“Korban bernama Angel, warga Jayapura yang sudah lama di Ternate,” ujar AKBP Erlichson Pasaribu.
Berdasarkan data kepolisian, sebanyak 20 pendaki berada di kawasan tersebut saat erupsi terjadi. Dari jumlah itu, 15 orang berhasil selamat dan telah dievakuasi ke pos pengamatan di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, untuk mendapatkan penanganan medis dan pemulihan kondisi.
“Sedangkan dua orang (korban selamat) mau ikut membantu tim SAR untuk lakukan evakuasi korban meninggal dunia,” kata Erlichson.
Proses evakuasi jenazah masih menghadapi kendala cuaca buruk dan medan berat di kawasan pegunungan. Hujan yang terus mengguyur wilayah puncak Gunung Dukono membuat tim SAR gabungan belum dapat melakukan proses pemindahan korban secara maksimal.
Lokasi penemuan jenazah dilaporkan berada lebih dari 10 kilometer dari pos pantau dengan kondisi geografis yang cukup sulit dijangkau melalui jalur darat. Karena itu, opsi dukungan evakuasi udara dinilai penting untuk mempercepat proses penyelamatan dan pengangkutan korban.
Pemerintah daerah bersama aparat TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman serta seluruh pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono dapat terdata dan tertangani dengan baik.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
