Satu Suara Bangsa

TNI AU Kerahkan Pesawat Intai Dukung Operasi SAR Kapal Tenggelam di Perairan Selayar

Budi Antoni

Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa

18 Jul 2026, 15.285 dibaca

Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.01

TNI AU Kerahkan Pesawat Intai Dukung Operasi SAR Kapal Tenggelam di Perairan Selayar
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — TNI AU Kerahkan Pesawat Intai Dukung Operasi SAR Kapal Tenggelam di Perairan Selayar

MAKASSAR – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat intai strategis Boeing 737-200 untuk mendukung operasi Search and Rescue (SAR) terhadap KLM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Pengerahan unsur udara tersebut dilakukan guna memperkuat pencarian korban melalui pengamatan dan penyisiran dari udara.

Pesawat dengan nomor registrasi AI-7303 yang dioperasikan Skadron Udara 5 diterjunkan untuk membantu mendeteksi objek di area pencarian sekaligus memberikan informasi kepada unsur-unsur SAR yang bekerja di laut.

Dalam keterangannya, Skadron Udara 5 menegaskan bahwa operasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan melalui sinergi berbagai instansi.

“Pencarian dilakukan guna membantu mendeteksi objek serta memberikan informasi kepada unsur-unsur SAR di laut. Sinergi antara TNI AU, Basarnas, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait menjadi kekuatan utama dalam upaya kemanusiaan ini,” demikian keterangan Skadron Udara 5.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KLM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026). Dalam pelayaran, kapal mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya tenggelam di perairan barat Pulau Polassi.

Data terbaru dari Basarnas Makassar menyebutkan kapal tersebut mengangkut 78 orang yang terdiri atas awak kapal dan penumpang. Hingga hari ketiga pelaksanaan operasi SAR, 52 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, satu orang meninggal dunia, sementara 25 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Operasi pencarian terus dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI AU, TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait. Pemanfaatan pesawat intai diharapkan dapat memperluas jangkauan pencarian, mempercepat deteksi posisi korban, dan meningkatkan efektivitas koordinasi antara unsur udara dan laut.

Melalui kolaborasi lintas instansi dan dukungan berbagai alutsista, pemerintah berharap seluruh proses pencarian dapat berjalan optimal sehingga korban yang masih belum ditemukan dapat segera dievakuasi, sekaligus memastikan penanganan musibah berlangsung secara cepat, terkoordinasi, dan mengedepankan aspek kemanusiaan.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait