TNI AL Perketat Pengamanan Pelabuhan Samabusa Nabire, Antisipasi Barang Terlarang
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

NABIRE — Personel TNI Angkatan Laut dari Lanal Nabire memperketat pengamanan di Pelabuhan Samabusa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (15/4/2026), saat kapal penumpang KM Gunung Dempo milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bersandar. Pengamanan dilakukan guna mengantisipasi masuknya barang terlarang melalui jalur laut serta memastikan aktivitas penumpang berlangsung aman dan tertib.
Pengamanan dipimpin oleh Penjabat Komandan Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Pj Dandenpomal) Lanal Nabire, Letda Laut (PM) Bagus Rahmat Effendi, bersama personel gabungan. Ia menegaskan bahwa pengawasan difokuskan pada arus penumpang dan barang bawaan. “Kami memastikan setiap pergerakan penumpang dan barang dalam pengawasan. Ini langkah preventif untuk menjaga keamanan wilayah,” ujarnya.
Kapal KM Gunung Dempo diketahui sandar sekitar pukul 01.30 WIT sebelum melanjutkan pelayaran pada pukul 03.30 WIT. Dalam rentang waktu tersebut, petugas melakukan patroli intensif, termasuk pemeriksaan barang bawaan penumpang untuk mencegah peredaran barang ilegal.
Menurut Bagus, pengawasan di pelabuhan menjadi krusial karena tingginya mobilitas transportasi laut di wilayah Teluk Cenderawasih. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama dengan petugas dan mematuhi prosedur pemeriksaan demi keamanan bersama,” tegasnya.
Secara operasional, KM Gunung Dempo melayani rute strategis yang menghubungkan sejumlah kota di Indonesia timur dan barat, seperti Wasior, Manokwari, Sorong, Bau-Bau, Makassar, Surabaya, hingga Jakarta. Jalur ini menjadi salah satu akses utama distribusi penumpang dan logistik di kawasan timur Indonesia.
Dalam konteks yang lebih luas, pengamanan pelabuhan merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pengawasan wilayah perbatasan laut yang rentan terhadap penyelundupan. Intensitas lalu lintas kapal yang tinggi meningkatkan potensi masuknya barang ilegal, sehingga diperlukan pengawasan berlapis oleh aparat keamanan.
Dari sisi dampak, penguatan pengamanan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi masyarakat serta mencegah gangguan keamanan yang dapat memengaruhi aktivitas ekonomi dan distribusi logistik di wilayah Papua Tengah.
Sebagai tindak lanjut, TNI AL melalui Lanal Nabire akan terus melakukan patroli rutin dan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait. Upaya ini juga dibarengi dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat guna memperkuat partisipasi publik dalam menjaga keamanan di kawasan pelabuhan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
