TNI AL Hentikan Sementara Latihan Menembak di Pasuruan, Dialog dengan Warga Difasilitasi Pemkab
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 28 Jul 2026, 00.56

Keputusan tersebut disampaikan usai pertemuan antara perwakilan pemerintah daerah, TNI AL, dan masyarakat pada Kamis (23/7/2026). Pemerintah Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya untuk membuka ruang komunikasi agar persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah.
"Pak Bupati bersedia memfasilitasi pertemuan antara para tokoh masyarakat Alastlogo dengan pihak TNI Angkatan Laut," ujar perwakilan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Pemerintah daerah menilai seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mencari solusi terbaik terhadap pelaksanaan kegiatan latihan militer di wilayah tersebut.
"Intinya semua ingin masalah ini selesai, masyarakat tetap dilindungi. Kami berharap setelah ini bisa ditentukan jadwal untuk berdialog bersama mencari solusi terbaik bagi masyarakat Alastlogo," tambahnya.
Sementara itu, perwakilan TNI AL, Letkol Marinir Arif Nugroho, menjelaskan bahwa penghentian sementara yang dilakukan saat ini berlaku untuk kegiatan latihan teknis menembak. Adapun aspirasi masyarakat mengenai penghentian seluruh aktivitas latihan akan diteruskan kepada pimpinan untuk mendapatkan pertimbangan lebih lanjut.
"Kami di sini adalah unsur pelaksana. Kami bukan membuat keputusan, hanya melaksanakan perintah. Untuk permintaan lainnya kami akan laporkan ke pimpinan," kata Arif.
Dalam kesempatan yang sama, Arif juga membantah adanya intimidasi terhadap perangkat Desa Alastlogo sebagaimana yang sempat menjadi perhatian masyarakat.
"Bahwa terkait ancaman akan ada Alastlogo jilid kedua tidak akan terjadi," tegasnya.
Setelah memperoleh penjelasan mengenai penghentian sementara latihan menembak serta rencana pelaksanaan dialog, warga kemudian mengakhiri aksi penyampaian aspirasi dan kembali membuka jalur Pantura Pasuruan–Probolinggo yang sebelumnya sempat ditutup.
Langkah penghentian sementara latihan dan fasilitasi dialog menunjukkan upaya penyelesaian persoalan melalui komunikasi yang konstruktif antara pemerintah daerah, TNI AL, dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan dapat tercapai solusi yang mampu menjamin keselamatan warga sekaligus mendukung penyelenggaraan kegiatan pertahanan negara secara aman, terukur, dan memperhatikan kepentingan masyarakat di sekitar wilayah latihan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Timah Ilegal di Belitung, Potensi Kerugian Negara Rp4,17 Miliar Diselamatkan
BELITUNG – Tim gabungan TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang terdiri atas Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti TNI dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan komodita

TNI AL dan Aparat Gabungan Gagalkan Pengiriman 300 Kilogram Sianida Ilegal di Gorontalo Utara
GORONTALO UTARA – TNI Angkatan Laut bersama aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya pengiriman 300 kilogram bahan kimia berbahaya berupa sianida (CN) yang diduga akan dikirim melalui KM Sabuk Nusantara 97 d

Aparat Gabungan Gagalkan Penyelundupan 480 Botol Miras Ilegal di Perbatasan Nunukan
NUNUKAN – Aparat gabungan menggagalkan upaya penyelundupan 480 botol minuman keras (miras) ilegal yang diduga berasal dari Malaysia dalam operasi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Aksi penindakan tersebut
