TNI AL dan Imigrasi Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal di Selat Malaka, Enam Orang Diamankan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

ASAHAN – Operasi gabungan TNI Angkatan Laut dan Imigrasi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural di Perairan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Jumat (3/4/2026). Sebuah kapal nelayan tanpa identitas yang diduga membawa PMI ilegal dari Malaysia berhasil diadang setelah pengejaran di laut.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Agung Dwi HD, mengatakan operasi bermula dari informasi intelijen yang diterima pada Kamis malam (2/4/2026). Informasi tersebut menyebut adanya kapal mencurigakan yang bergerak dari perairan Malaysia menuju Indonesia.
“Tim segera bergerak melakukan penyekatan dan patroli di jalur yang diduga akan dilalui kapal tersebut. Operasi ini melibatkan unsur gabungan dari TNI AL dan Imigrasi,” ujar Agung dalam keterangannya.
Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Trisula 26 H Pusat Intelijen Angkatan Laut, Satgas Ops Intelmar Koarmada I, Tim FQRT Lanal Tanjung Balai Asahan, serta Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Asahan kemudian melakukan pengejaran setelah mendeteksi kapal mencurigakan sekitar pukul 10.05 WIB.
“Kapal tersebut tidak memiliki nama dan tidak membawa alat tangkap, sehingga kuat diduga bukan kapal nelayan biasa. Setelah dilakukan pengejaran, kapal berhasil dihentikan,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan enam PMI non prosedural yang terdiri dari dua laki-laki dan empat perempuan. Mereka diangkut oleh seorang nakhoda bernama Syahrial (alias Heri) bersama dua anak buah kapal. Para korban diduga hendak diberangkatkan ke Malaysia tanpa dokumen resmi.
“Seluruh penumpang dan awak kapal telah diamankan dan dibawa ke Dermaga Bagan Asahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tidak ditemukan barang terlarang dalam penggeledahan,” ujar Agung.
Kasus penyelundupan PMI ilegal di jalur Selat Malaka bukan kali pertama terjadi. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu titik rawan karena tingginya aktivitas pelayaran dan kedekatan geografis dengan Malaysia. Praktik ini kerap melibatkan jaringan yang memanfaatkan masyarakat dengan iming-iming pekerjaan di luar negeri.
Pengungkapan kasus ini menunjukkan masih adanya risiko perdagangan orang dan pelanggaran prosedur ketenagakerjaan yang dapat membahayakan keselamatan warga negara. Selain kerugian ekonomi, PMI non prosedural juga rentan terhadap eksploitasi dan perlakuan tidak manusiawi di negara tujuan.
Seluruh pihak yang diamankan telah diserahkan kepada Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Asahan untuk proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. TNI AL menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perairan strategis guna mencegah praktik serupa.
Ke depan, pemerintah melalui TNI AL dan instansi terkait juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat agar tidak tergiur tawaran bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal, sekaligus memperketat pengawasan terhadap jalur-jalur penyelundupan di perbatasan laut.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
