TNI AD dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Tutup Celah Penyelundupan di Perbatasan Kalbar
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

KUBU RAYA — Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Novi Rubadi Sugito menegaskan penguatan kolaborasi lintas instansi untuk menutup celah penyelundupan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat, menyusul pertemuan dengan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat Budi Harjanto di Makodam XII, Kubu Raya, Senin (13/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat meningkatkan pengawasan lalu lintas barang, khususnya di jalur perbatasan darat yang dinilai rawan aktivitas ilegal. Koordinasi di lapangan akan diperkuat melalui pertukaran informasi intelijen antara personel TNI Angkatan Darat dan petugas Bea Cukai.
“Sinergi ini menjadi kunci menjaga kedaulatan negara, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi,” ujar Novi Rubadi Sugito dalam keterangannya.
Ia menegaskan, pengamanan wilayah perbatasan tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dari ancaman penyelundupan barang ilegal lintas negara.
Sementara itu, Budi Harjanto mengapresiasi peran aktif jajaran Kodam XII/Tanjungpura dalam membantu pengawasan di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) maupun jalur tidak resmi yang kerap dimanfaatkan pelaku penyelundupan. Ia menilai kerja sama lintas instansi menjadi elemen penting dalam deteksi dini dan penindakan.
Wilayah perbatasan Kalimantan Barat selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan penyelundupan, mengingat banyaknya jalur tikus yang menghubungkan Indonesia dengan negara tetangga. Aktivitas ilegal seperti penyelundupan barang konsumsi, bahan bakar, hingga produk tekstil kerap terjadi dan merugikan negara.
Dari sisi dampak, penguatan sinergi ini diharapkan mampu menekan peredaran barang ilegal yang berpotensi merusak pasar domestik dan mengurangi penerimaan negara. Selain itu, pengawasan yang lebih ketat juga berkontribusi pada peningkatan rasa aman masyarakat di wilayah perbatasan.
Ke depan, TNI AD dan Bea Cukai akan meningkatkan patroli bersama, memperluas pertukaran data intelijen, serta memperkuat pengawasan di titik-titik rawan. Langkah ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi nasional di kawasan perbatasan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
