Tiga Prajurit TNI Terluka Akibat Ledakan di Markas UNIFIL Lebanon Selatan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Kabar duka kembali menyelimuti kontingen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan terluka akibat ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse, Lebanon Selatan, pada Jumat (3/4/2026) sore waktu setempat. Dua di antaranya mengalami luka serius dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan intensif, sementara penyebab ledakan masih dalam penyelidikan.
Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyampaikan bahwa insiden terjadi di area fasilitas resmi PBB. “Sore ini, sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius,” ujarnya dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC), Sabtu (4/4/2026).
UNIFIL memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis awal dan segera dirujuk ke rumah sakit terdekat. Pihaknya juga menegaskan bahwa investigasi tengah dilakukan untuk mengungkap sumber ledakan. “Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut dan saat ini investigasi menyeluruh sedang berlangsung sesuai prosedur standar,” demikian pernyataan UNIFIL.
Wilayah El Adeisse merupakan salah satu sektor operasi utama prajurit TNI Kontingen Garuda dalam misi UNIFIL. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok Hezbollah di sepanjang Blue Line, garis demarkasi yang menjadi perbatasan antara Lebanon dan Israel.
Dalam sepekan terakhir, situasi keamanan di wilayah operasi UNIFIL dilaporkan memburuk. Sebelumnya, pada akhir Maret 2026, tiga prajurit TNI gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon Selatan, sementara sejumlah personel lainnya mengalami luka-luka. Rangkaian kejadian tersebut menandai periode kritis bagi pasukan penjaga perdamaian di kawasan itu.
Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB, dengan keterlibatan aktif dalam misi UNIFIL sejak lama. Misi ini bertugas mengawasi pelaksanaan gencatan senjata berdasarkan Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB serta menjaga stabilitas di wilayah Lebanon Selatan pascakonflik.
Insiden terbaru ini berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan personel TNI yang bertugas di wilayah konflik, sekaligus mendorong evaluasi terhadap prosedur keamanan di lapangan. Selain itu, eskalasi konflik di perbatasan Lebanon-Israel juga dapat memengaruhi efektivitas pelaksanaan mandat misi perdamaian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tambahan dari Markas Besar TNI maupun Kementerian Pertahanan Republik Indonesia terkait identitas prajurit yang terluka. Pemerintah Indonesia diperkirakan akan terus berkoordinasi dengan PBB guna memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel serta mengevaluasi langkah-langkah pengamanan lanjutan di wilayah penugasan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
