Tiga Prajurit TNI Terluka Akibat Ledakan di Markas UNIFIL Lebanon, Dua Dalam Kondisi Serius
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 27 Jul 2026, 01.18

Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) terluka akibat ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse, Lebanon selatan, pada Jumat (3/4/2026) sore waktu setempat. Dua di antaranya mengalami luka serius dan telah dievakuasi ke rumah sakit, sementara penyebab ledakan masih dalam penyelidikan.
Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyatakan insiden tersebut terjadi di dalam area fasilitas PBB. “Sebuah ledakan di dalam fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (4/4/2026).
Ia menambahkan, proses evakuasi terhadap korban telah dilakukan segera setelah kejadian. “Saat ini mereka sedang dievakuasi ke rumah sakit. Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut,” kata Ardiel. Ia juga menyampaikan harapan agar para korban segera pulih. “Kami menyampaikan harapan terbaik kami agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan National Information Office Pusat Informasi PBB di Indonesia, Siska Widyawati, memastikan kondisi dua prajurit yang mengalami luka serius telah stabil setelah mendapatkan perawatan medis. “Saat ini penjaga perdamaian yang terluka parah sudah ditransfer ke RS sipil dan dalam keadaan stabil,” ujarnya.
Insiden ini menambah daftar panjang korban dari kontingen TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL. Sebelumnya, seorang prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, dilaporkan tewas pada Minggu (29/3/2026) akibat ledakan proyektil di dekat posisi pasukan di Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan. Sehari setelahnya, PBB kembali mengonfirmasi dua prajurit TNI meninggal dunia dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di wilayah Bani Hayyan, serta dua lainnya mengalami luka-luka.
Secara historis, Indonesia merupakan salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB, termasuk di Lebanon melalui misi UNIFIL yang telah berlangsung sejak 1978. Kontingen Garuda secara rutin ditempatkan di wilayah perbatasan Lebanon-Israel untuk menjaga stabilitas dan memantau gencatan senjata. Namun, meningkatnya eskalasi keamanan di Lebanon selatan dalam beberapa waktu terakhir turut meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian.
Serangkaian insiden ini berpotensi berdampak pada aspek keamanan personel serta evaluasi strategi penempatan pasukan Indonesia di wilayah konflik. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi persepsi publik terhadap keselamatan prajurit yang bertugas di luar negeri serta komitmen Indonesia dalam misi perdamaian global.
Pemerintah Indonesia melalui TNI dan Kementerian Luar Negeri diperkirakan akan terus berkoordinasi dengan PBB untuk memastikan perlindungan maksimal bagi personel di lapangan. Evaluasi prosedur keamanan serta kemungkinan penyesuaian operasi di wilayah rawan konflik juga menjadi langkah lanjutan yang akan dipertimbangkan dalam waktu dekat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
