Tidak Ada Akses Bebas: Ini Isi Sebenarnya Kerja Sama Pertahanan Indonesia–AS
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Pertemuan antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth di Pentagon menjadi langkah baru dalam mempererat hubungan pertahanan kedua negara. Dalam pertemuan ini, disepakati pembentukan Major Defense Cooperation Partnership yang bertujuan memperkuat kerja sama militer sekaligus menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Kerja sama ini tidak sekadar formalitas, tetapi punya fokus yang jelas lewat tiga pilar utama. Pertama, modernisasi organisasi dan kapasitas, termasuk peningkatan alutsista dan kualitas personel. Kedua, edukasi militer profesional melalui pelatihan dan pendidikan lanjutan. Ketiga, ekspansi operasional dengan memperluas latihan bersama di darat, laut, dan udara, serta kerja sama teknis di lapangan.
Menurut Pete Hegseth, tiga pilar ini diharapkan bisa menjadi langkah pencegahan terhadap potensi ancaman di kawasan. Apalagi, kerja sama militer Indonesia dan AS selama ini memang sudah cukup intens, dengan ratusan kegiatan latihan bersama setiap tahunnya yang menunjukkan hubungan yang semakin solid.
Yang perlu digarisbawahi, dalam pertemuan ini tidak ada pembahasan ataupun kesepakatan soal akses bebas pesawat militer AS di wilayah udara Indonesia. Pemerintah juga menegaskan bahwa isu yang beredar masih sebatas pembahasan awal dan belum ada keputusan final. Artinya, kendali ruang udara tetap sepenuhnya di tangan Indonesia, dan setiap kerja sama tetap mengutamakan kepentingan nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Timah Ilegal di Belitung, Potensi Kerugian Negara Rp4,17 Miliar Diselamatkan
BELITUNG – Tim gabungan TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang terdiri atas Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti TNI dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan komodita

TNI AL dan Aparat Gabungan Gagalkan Pengiriman 300 Kilogram Sianida Ilegal di Gorontalo Utara
GORONTALO UTARA – TNI Angkatan Laut bersama aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya pengiriman 300 kilogram bahan kimia berbahaya berupa sianida (CN) yang diduga akan dikirim melalui KM Sabuk Nusantara 97 d

Aparat Gabungan Gagalkan Penyelundupan 480 Botol Miras Ilegal di Perbatasan Nunukan
NUNUKAN – Aparat gabungan menggagalkan upaya penyelundupan 480 botol minuman keras (miras) ilegal yang diduga berasal dari Malaysia dalam operasi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Aksi penindakan tersebut
