SPPG Medan Salurkan 55 Ribu Paket Makanan Untuk Warga Terdampak Banjir
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 28 Jul 2026, 05.40

Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara mengambil langkah strategis dengan mengubah fungsi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi dapur umum untuk melayani masyarakat yang terdampak banjir. Keputusan ini diambil karena banyak sekolah yang biasanya menjadi penerima manfaat MBG terpaksa diliburkan akibat tingginya debit air yang merendam wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Kepala Kantor Regional BGN Sumatera Utara, KR Agung Kurniawan, menjelaskan bahwa pengalihan sasaran ini dilakukan agar kebutuhan gizi dasar warga tetap terpenuhi, khususnya mereka yang berada di wilayah-wilayah paling terdampak.
Agung memaparkan bahwa saat ini terdapat 48 SPPG yang beroperasi aktif di Kota Medan, dan hingga kini sebanyak 55 ribu paket makanan telah berhasil didistribusikan kepada masyarakat. Salah satu yang terlibat aktif adalah SPPG Silalas di Kecamatan Medan Barat, yang mengalihkan ribuan porsi MBG untuk para pengungsi sejak Kamis (27/11/2025). Penyaluran dilakukan langsung ke posko-posko banjir, termasuk ke posko kantor Lurah Silalas, Jalan Suprapto, dan Jalan Halat, dengan total ratusan porsi makanan setiap harinya.
Pada hari berikutnya, Jumat (28/11/2025), SPPG Silalas kembali mendistribusikan makanan dalam jumlah lebih besar. Sebanyak 300 porsi disalurkan ke posko kantor Lurah Silalas, 800 porsi ke posko Jalan Karya, dan 100 porsi ke posko Dharma Wanita. Dalam dua hari tersebut, total 2.185 porsi makanan basah dan 1.280 porsi makanan kering dibagikan kepada para korban banjir. Data ini menunjukkan besarnya skala penanganan yang dilakukan demi memastikan asupan makanan warga tetap aman dan tercukupi.
Upaya ini mendapat respons positif dari masyarakat di berbagai posko pengungsian. Banyak warga merasa terbantu dengan kehadiran menu MBG yang lengkap dan bergizi, menggantikan makanan seadanya yang selama beberapa hari terakhir hanya berupa mi instan. Endang, warga Kelurahan Air, Kecamatan Medan Maimun, mengungkapkan rasa lega karena mendapatkan makanan yang lebih sehat, sementara Iwan, warga lain, merasa senang karena anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar dapat menikmati susu dan buah yang menjadi bagian dari paket MBG.
Seiring dengan membaiknya kondisi banjir, layanan MBG kembali dipasok ke sekolah-sekolah mulai hari Senin. Namun, pengalaman selama masa tanggap darurat ini menunjukkan bahwa fleksibilitas dan kesiapsiagaan SPPG serta BGN sangat penting dalam menjaga ketahanan gizi masyarakat, terutama pada masa bencana. Pengalihan fungsi dapur MBG menjadi dapur umum menjadi bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya hadir dan membantu warga dalam situasi apa pun.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Buruh Konsolidasikan Aksi Damai Hari Tani Nasional dan Pengawalan RUU Ketenagakerjaan
JAKARTA, 17 SEPTEMBER 2026 — Sejumlah organisasi buruh di berbagai daerah mengonsolidasikan agenda penyampaian aspirasi terkait perlindungan ketenagakerjaan, termasuk rencana mengikuti aksi Hari Tani Nasional p

Narasi Kepala BPKP Dikaitkan Perkara Lain Perlu Diuji dengan Fakta
JAKARTA, 8 SEPTEMBER 2026 — Munculnya narasi di media sosial yang mengaitkan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dengan perkara yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah, d

BMKG Pantau Erupsi Anak Krakatau 24 Jam, Warga Diimbau Tetap Waspada
JAKARTA, 6 SEPTEMBER 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap atmosfer, penerban
