Sekolah Rakyat, Solusi Pendidikan Gratis bagi Anak Kurang Mampu dan Rentan Putus Sekolah di Palangka Raya
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.55

Program Sekolah Rakyat (SR) menjadi angin segar dalam dunia pendidikan Indonesia, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan rentan putus sekolah. Di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, program ini digelar sebagai bentuk nyata perhatian negara terhadap masa depan generasi muda. Dengan pusat pelaksanaan di SDN 2 Langkai yang kini sedang direnovasi, Sekolah Rakyat hadir memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak dari desil 1 dan desil 2. Ini bukan sekadar program bantuan pendidikan, melainkan gerakan sosial berkelanjutan yang menyasar langsung akar permasalahan ketimpangan pendidikan.
Didukung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Sekolah Rakyat menjamin seluruh kebutuhan siswa—mulai dari fasilitas sekolah, asrama, seragam, hingga perlengkapan belajar. Dengan kuota awal sebanyak 75 siswa berusia 6 hingga 12 tahun, Palangka Raya menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan program ini. Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Riduan, menegaskan bahwa “Semua pembiayaan ditanggung oleh pemerintah pusat, termasuk fasilitas sekolah, asrama, dan kebutuhan harian siswa. Mulai dari seragam sekolah, sepatu, perlengkapan belajar, hingga tempat tinggal, semuanya diberikan secara gratis.”
Lebih dari sekadar pendidikan gratis, Sekolah Rakyat membawa pendekatan komprehensif dalam pemberdayaan anak-anak kurang mampu. Mereka yang diasramakan akan mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh perhatian, yang memungkinkan proses belajar berlangsung secara optimal. Pemerintah juga menggandeng para pendamping sosial dari Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memastikan seleksi peserta dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Pendekatan ini memperkuat kepercayaan publik bahwa program ini bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan.
Program Sekolah Rakyat sejalan dengan data dan visi global dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan berkualitas. Menurut UNESCO, lebih dari 244 juta anak dan remaja di seluruh dunia tidak bersekolah. Indonesia, melalui program seperti Sekolah Rakyat, menunjukkan komitmen nyata untuk menurunkan angka tersebut. Riduan berharap, “Dengan sinergi dan kolaborasi lintas sektor, kita ingin memastikan bahwa tidak ada anak di kota ini yang gagal sekolah hanya karena tidak punya biaya.” Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan, tetapi wujud nyata keadilan sosial yang membawa harapan baru bagi anak-anak miskin di Palangka Raya. Dengan dukungan APBN dan kolaborasi lintas sektor, program ini layak menjadi model nasional dalam pemerataan akses pendidikan. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus mendukung inisiatif ini demi masa depan generasi muda yang lebih cerah.
#SekolahRakyat #PendidikanGratis #AnakIndonesiaHebat #PalangkaRayaCerdas #GenerasiEmas #ViralEdukasi #BeritaPositif #RiduanUntukPendidikan #IndonesiaMaju
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Warga Banjarmasin Antusias Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis dari Pemerintah
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas sebagai bagian dari delapan misi Astra Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan, terbukti mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Kota Banjarmasin.

Pemerintah Kabupaten Banjar Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Pelaksanaan Program TMMD ke-125 Tahun 2025
Pemerintah Kabupaten Banjar menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun Anggaran 2025. Hal ini tercermin dari kehadiran Sekretaris Bappedalitbang Kabu

Pemkab Bulungan Kalimantan Utara Gelontorkan Rp1,5 Miliar Dukung Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Anak dan Ibu Hamil
Langkah Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk mendukung program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) patut diapresiasi. Komitmen ini menunjukkan keseriusan daerah
