Sekolah Rakyat Hadirkan Kesempatan Setara, Gus Ipul Dorong Anak Keluarga Miskin Raih Masa Depan Lebih Baik
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 23 Jul 2026, 22.35

LOMBOK BARAT – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program tersebut diharapkan menjadi sarana memutus rantai kemiskinan antargenerasi dengan membuka peluang bagi setiap anak untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat bersama calon siswa dan orang tua di Sentra Paramita Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat telah memberikan perubahan nyata terhadap para siswa yang sebelumnya menghadapi berbagai keterbatasan akibat kondisi ekonomi keluarga.
"Anak-anak yang selama ini mungkin mengubur mimpinya, sekarang mulai lebih percaya diri, lebih optimistis, dan berani meraih cita-citanya," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, calon siswa diperkenalkan dengan siswa Sekolah Rakyat yang telah mengikuti proses pembelajaran sejak program rintisan dimulai pada Juli 2025. Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran terbuka, melainkan menjangkau langsung keluarga sasaran berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini diprioritaskan bagi keluarga yang berada pada desil 1 dan desil 2, yaitu kelompok masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi paling rentan, sehingga bantuan pendidikan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
Gus Ipul menilai, setelah satu tahun mengikuti pendidikan berasrama, banyak siswa menunjukkan perubahan positif, terutama dalam aspek kedisiplinan, kepercayaan diri, serta keberanian untuk kembali mengejar cita-cita.
Salah satunya adalah Novatul Alratia (14), siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, yang sebelumnya dikenal pemalu dan kurang percaya diri. Setelah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, Novatul berhasil meraih juara pertama pencak silat tingkat nasional dan kini bercita-cita menjadi polisi wanita.
Perubahan positif juga dialami Haikal Abdul Majid (14) yang bercita-cita menjadi psikolog. Selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, Haikal mengaku memperoleh banyak pengalaman baru, memiliki lebih banyak teman, serta menikmati lingkungan belajar yang mendukung perkembangan dirinya.
Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin melalui sistem pendidikan berasrama selama 24 jam.
Menurutnya, pendidikan yang berkualitas akan menjadi bekal utama dalam membentuk generasi yang tangguh, berkarakter, memiliki keterampilan, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
"Orang tua kalian bisa jadi pemulung, buruh serabutan, atau pekerja bangunan, tetapi tetap harus dihormati. Mudah-mudahan dari Sekolah Rakyat ini lahir dokter, guru, psikolog, polisi, pilot, bahkan Presiden Republik Indonesia di masa depan," pungkas Gus Ipul.
Melalui Program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga miskin memperoleh kesempatan pendidikan yang layak, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemendagri Petakan Daerah Terdampak Pemotongan TKD, Kepala Daerah Diminta Hindari PHK Pegawai
JAKARTA, 30 Juli 2026 — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah memetakan sejumlah pemerintah daerah (pemda) yang mengalami kesulitan fiskal, termasuk kendala dalam membayar gaji pegawai sebagai dampak pen

Bulog Usulkan Beras Premium Bervitamin untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA – Perum Bulog mengusulkan pengembangan beras premium yang diperkaya vitamin (fortifikasi) sebagai salah satu upaya mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif tersebut ditujukan

Ketapang Jadi Daerah Pertama di Kalbar Kirim Siswa ke Sekolah Rakyat, 32 Peserta Didik Berangkat ke Pontianak
KETAPANG – Pemerintah Kabupaten Ketapang memberangkatkan 32 peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Pontianak Tahun Ajaran 2026/2027. Pelepasan siswa yang terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (
