SDN Jati 05 Pagi Buktikan Program MBG Bisa Aman Tanpa Kasus Keracunan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.55

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap menjadi perhatian publik, terutama ketika muncul isu keamanan pangan dan kasus keracunan makanan di sekolah. Namun, praktik berbeda ditunjukkan oleh SDN Jati 05 Pagi, Jakarta Timur, yang selama satu tahun penuh melaksanakan MBG tanpa satu pun kasus keracunan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program MBG dapat berjalan aman apabila didukung sistem pengawasan yang disiplin dan konsisten.
Kepala Sekolah SDN Jati 05 Pagi, Tetty Ruswianty, menjelaskan bahwa pengawasan kualitas makanan dilakukan sejak sebelum proses distribusi. Setiap makanan yang datang diperiksa secara fisik dan dicicipi oleh beberapa orang untuk memastikan rasa, aroma, serta kelayakan konsumsi. Hanya setelah dinyatakan aman, makanan tersebut dibagikan kepada siswa. Prosedur sederhana namun ketat ini menjadi kunci utama pencegahan risiko keracunan.
Selain pengawasan makanan, pihak sekolah juga aktif melakukan pendataan terkait pantangan dan alergi makanan siswa. Data tersebut dihimpun melalui persetujuan orang tua dan dikomunikasikan secara berkelanjutan. Bagi siswa dengan kebiasaan atau fobia tertentu terhadap makanan, sekolah menerapkan pendekatan bertahap dengan melibatkan orang tua agar anak dapat beradaptasi tanpa paksaan.
Koordinasi intensif dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menjadi bagian penting dalam menjaga mutu MBG. Sekolah tidak ragu menyampaikan masukan terkait variasi menu, tekstur nasi, maupun jenis lauk agar makanan tetap disukai dan dikonsumsi dengan baik oleh siswa. Respons cepat dari SPPG membantu menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan sekolah terhadap program MBG.
Dampak positif MBG pun dirasakan langsung dalam proses belajar mengajar. Menurut Tetty, siswa menjadi lebih aktif, fokus, dan mulai terbiasa mengonsumsi sayur yang sebelumnya kurang diminati. Pengalaman SDN Jati 05 Pagi menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan kesehatan anak secara berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemendagri Petakan Daerah Terdampak Pemotongan TKD, Kepala Daerah Diminta Hindari PHK Pegawai
JAKARTA, 30 Juli 2026 — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah memetakan sejumlah pemerintah daerah (pemda) yang mengalami kesulitan fiskal, termasuk kendala dalam membayar gaji pegawai sebagai dampak pen

Bulog Usulkan Beras Premium Bervitamin untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA – Perum Bulog mengusulkan pengembangan beras premium yang diperkaya vitamin (fortifikasi) sebagai salah satu upaya mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif tersebut ditujukan

Ketapang Jadi Daerah Pertama di Kalbar Kirim Siswa ke Sekolah Rakyat, 32 Peserta Didik Berangkat ke Pontianak
KETAPANG – Pemerintah Kabupaten Ketapang memberangkatkan 32 peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Pontianak Tahun Ajaran 2026/2027. Pelepasan siswa yang terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (
