Satgas Yonarmed 12 Kostrad Bedah Rumah Warga Lansia di Perbatasan RI–RDTL
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

MALAKA — Satuan Tugas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melaksanakan program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Dusun Haliboho, Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/4/2026). Bantuan diberikan kepada Maria Baho (70) sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat di wilayah perbatasan.
Program tersebut merupakan hasil sinergi antara Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad, Pemerintah Kabupaten Malaka, serta pemerintah desa setempat. Dari kolaborasi itu, rumah tidak layak huni milik Maria Baho kini telah direnovasi menjadi hunian yang lebih aman dan layak ditempati.
Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letnan Kolonel Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat perbatasan. “Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan jangka panjang bagi penerima, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. “Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah, khususnya Wakil Bupati Malaka, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Program bedah rumah menjadi bagian dari pembinaan teritorial TNI yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga kesejahteraan sosial masyarakat. Wilayah perbatasan seperti Kabupaten Malaka selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap infrastruktur dasar, termasuk perumahan layak huni.
Dari sisi dampak, kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup warga, terutama kelompok rentan seperti lansia. Selain itu, kehadiran TNI dalam kegiatan sosial juga memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat serta mendorong partisipasi kolektif dalam pembangunan desa.
Sebagai bentuk apresiasi, Maria Baho bersama keluarga memberikan kain tenun khas Timor berupa Tais kepada personel Satgas. Simbol tersebut mencerminkan kedekatan emosional antara masyarakat dan TNI di wilayah perbatasan.
Ke depan, Satgas Pamtas bersama pemerintah daerah berencana melanjutkan program serupa untuk menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan, sekaligus memperkuat sinergi dalam pembangunan kawasan perbatasan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemendagri Petakan Daerah Terdampak Pemotongan TKD, Kepala Daerah Diminta Hindari PHK Pegawai
JAKARTA, 30 Juli 2026 — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah memetakan sejumlah pemerintah daerah (pemda) yang mengalami kesulitan fiskal, termasuk kendala dalam membayar gaji pegawai sebagai dampak pen

Bulog Usulkan Beras Premium Bervitamin untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA – Perum Bulog mengusulkan pengembangan beras premium yang diperkaya vitamin (fortifikasi) sebagai salah satu upaya mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif tersebut ditujukan

Ketapang Jadi Daerah Pertama di Kalbar Kirim Siswa ke Sekolah Rakyat, 32 Peserta Didik Berangkat ke Pontianak
KETAPANG – Pemerintah Kabupaten Ketapang memberangkatkan 32 peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Pontianak Tahun Ajaran 2026/2027. Pelepasan siswa yang terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (
