RTLH TMMD Jeneponto Capai 85 Persen, Satgas Kebutan Pengerjaan hingga Malam Hari
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

JENEPONTO — Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) milik Daeng Tompo di Dusun Bonto Te’ne, Desa Arpal, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 Kodim 1425/Jeneponto, kini memasuki tahap akhir pengerjaan dengan progres mencapai 85 persen hingga Selasa (19/5/2026).
Bagian rumah yang sebelumnya masih berupa rangka kini mulai terbentuk menjadi hunian layak. Personel Satgas TMMD bersama masyarakat terus mempercepat pengerjaan agar pembangunan dapat segera selesai sesuai target waktu yang ditetapkan.
Di lokasi pembangunan, suasana gotong royong masih terlihat berlangsung. Warga dan personel Satgas saling membantu menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari pemasangan bagian rumah hingga penyempurnaan struktur bangunan.
Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa mengatakan progres pembangunan RTLH menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan terus bergerak menuju tahap penyelesaian.
“Alhamdulillah dua sasaran RTLH milik Bapak Akbar dan Bapak Mu’is telah selesai 100 persen dan siap digunakan oleh penerima manfaat,” ujar Abdul Muthalib Tallasa.
Menurut dia, tiga unit RTLH lainnya yang masih dalam proses pengerjaan saat ini terus dipercepat agar seluruh sasaran fisik program TMMD dapat rampung tepat waktu.
“Insya Allah tiga RTLH yang belum rampung kita usahakan besok sudah selesai 100 persen. Untuk itu, malam ini kita kerja malam lagi,” katanya.
Program RTLH menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam pelaksanaan TMMD ke-128 Kodim 1425/Jeneponto. Pembangunan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu memperoleh hunian yang lebih aman dan layak ditempati.
Selain memperbaiki kualitas tempat tinggal warga, program tersebut juga dinilai memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat melalui budaya gotong royong selama proses pembangunan berlangsung.
Program TMMD sendiri merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari warga karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan dasar masyarakat desa.
Dansatgas berharap seluruh pembangunan RTLH yang dikerjakan melalui TMMD dapat menghadirkan kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.
“Harapan kami, rumah yang dibangun ini benar-benar bisa memberikan kehidupan yang lebih baik dan nyaman bagi warga penerima manfaat,” ujarnya.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
