RI Kebut Proyek DME, Target Kurangi Impor LPG hingga 1 Juta Ton per Tahun
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

TANJUNG ENIM, 30 April 2026 — Pemerintah melalui proyek hilirisasi batu bara mempercepat pengembangan Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor, dengan kapasitas produksi mencapai 1,4 juta ton per tahun. Proyek yang digarap PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menjelaskan kapasitas tersebut secara energi setara dengan sekitar 1 juta ton LPG. “Kapasitas 1,4 juta ton DME itu setara kira-kira kalorinya dengan 1 juta ton LPG, dengan kebutuhan sekitar 7 juta ton batu bara per tahun,” ujarnya usai acara groundbreaking proyek, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan proyek ini merupakan yang pertama di Indonesia sehingga membutuhkan dukungan teknologi dan pengalaman dari mitra internasional. PTBA saat ini membuka peluang kerja sama dengan perusahaan dari China, Jerman, dan Amerika Serikat untuk memastikan keberhasilan proyek. “Kuncinya di pemilihan mitra yang benar-benar kompeten dan sudah berpengalaman membangun pabrik DME,” kata Turino.
Proyek DME ini merupakan bagian dari program hilirisasi yang diinisiasi oleh BPI Danantara dan dijalankan bersama holding tambang MIND ID, PTBA, serta Pertamina termasuk anak usahanya Pertamina Patra Niaga. Koordinasi lintas BUMN dinilai menjadi faktor penting dalam percepatan proyek strategis tersebut.
Secara historis, ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih tinggi, terutama untuk kebutuhan rumah tangga. Data pemerintah menunjukkan impor LPG mencapai jutaan ton per tahun, sehingga menjadi beban terhadap neraca perdagangan dan subsidi energi. Pengembangan DME berbasis batu bara diposisikan sebagai solusi alternatif dalam kerangka diversifikasi energi nasional.
Dari sisi dampak, proyek ini berpotensi menekan impor LPG secara signifikan, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan nilai tambah batu bara yang selama ini lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah. Selain itu, pengembangan industri DME juga diperkirakan membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah penghasil.
Pemerintah menargetkan proyek ini dapat berjalan sesuai tahapan dengan dukungan mitra teknologi global dan sinergi BUMN. Ke depan, implementasi DME akan terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi transisi energi dan hilirisasi sumber daya alam nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implem

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak
