RI Desak PBB Aktifkan Rencana Evakuasi UNIFIL Usai Tiga Prajurit TNI Tewas di Lebanon
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta/New York — Pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengaktifkan rencana darurat dan evakuasi guna melindungi Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL), menyusul tewasnya tiga prajurit TNI dalam serangkaian serangan di wilayah tersebut. Desakan itu disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, Selasa (31/3/2026).
Dalam pernyataannya, Umar Hadi menegaskan pentingnya langkah cepat dan konkret dari Dewan Keamanan PBB serta Sekretaris Jenderal PBB untuk menjamin keselamatan seluruh personel UNIFIL di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan.
“Ini termasuk peninjauan protokol pengaturan keamanan, dan pengaktifan rencana darurat dan evakuasi yang sesuai dengan perkembangan di lapangan,” kata Umar dalam forum tersebut.
Ia juga menekankan bahwa PBB dan komunitas internasional harus memanfaatkan seluruh jalur politik dan diplomatik untuk meredakan situasi yang semakin memanas, sekaligus menegaskan kembali prinsip perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian.
“Hari ini, Dewan Keamanan harus bersuara dengan jelas, kuat, dan bersatu untuk mengutuk serangan terhadap personel penjaga perdamaian,” ujarnya.
Rapat darurat tersebut digelar setelah tiga anggota TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL dilaporkan meninggal dunia akibat serangan di Lebanon selatan. Dua prajurit, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, tewas akibat ledakan di dekat Bani Hayyan pada 31 Maret. Sehari sebelumnya, prajurit TNI lainnya, Farizal Rhomadhon, juga dilaporkan gugur akibat ledakan proyektil di wilayah Adchit Al Qusayr.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Israel Defense Forces dan kelompok bersenjata Hezbollah di Lebanon selatan. Sejak akhir Februari, eskalasi konflik semakin meningkat seiring operasi militer Israel yang diklaim menargetkan aset Hizbullah, yang kemudian dibalas dengan serangan balasan.
UNIFIL merupakan misi penjaga perdamaian PBB yang bertugas memantau situasi keamanan di perbatasan Lebanon-Israel. Indonesia sendiri menjadi salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera PBB, termasuk di wilayah Lebanon.
Secara diplomatik, desakan Indonesia mencerminkan kekhawatiran terhadap meningkatnya risiko bagi personel penjaga perdamaian di zona konflik aktif. Insiden ini juga berpotensi memengaruhi partisipasi negara-negara kontributor dalam misi PBB jika jaminan keamanan tidak diperkuat.
Dari sisi keamanan global, eskalasi konflik di Lebanon selatan berisiko memperluas ketegangan kawasan Timur Tengah, terutama dengan keterlibatan aktor regional dan internasional. Hal ini dapat berdampak pada stabilitas geopolitik serta keselamatan misi kemanusiaan dan penjaga perdamaian.
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara anggota Dewan Keamanan untuk mendorong langkah konkret, termasuk penguatan perlindungan, evaluasi mandat, serta penerapan mekanisme evakuasi bagi personel UNIFIL guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
