Program MBG Dorong Sektor Perikanan Pati, Permintaan Ikan Lokal Meningkat
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 27 Jul 2026, 13.40

PATI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong peningkatan permintaan bahan pangan lokal di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, khususnya dari sektor perikanan. Seiring bertambahnya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hasil budidaya masyarakat seperti lele, bandeng, dan nila semakin terserap, sehingga memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha lokal.
Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan program ini memberikan dampak langsung terhadap pelaku UMKM dan pembudidaya ikan. “Dengan adanya program ini banyak UMKM terbantu. Kami juga menyarankan SPPG untuk membeli produk-produk UMKM di Kabupaten Pati,” ujarnya.
Ia menambahkan, permintaan yang meningkat turut memengaruhi harga komoditas di tingkat pembudidaya. “Harganya sudah bagus. Ini bukti bahwa UMKM di Kabupaten Pati mendapatkan manfaat yang luar biasa,” kata Risma. Ia mencontohkan harga ikan lele yang sebelumnya di bawah Rp20 ribu kini mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan dari dapur MBG.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama pelajar, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan bahan pangan dari daerah. Di Kabupaten Pati, program ini telah berkembang pesat dengan ratusan dapur SPPG yang beroperasi.
Saat ini, tercatat sekitar 156 SPPG telah berjalan dan melayani sekitar 314.000 siswa, sementara puluhan dapur lainnya masih dalam tahap persiapan. Peningkatan jumlah dapur ini berdampak pada kebutuhan bahan baku yang stabil dan berkelanjutan.
Dari sisi dampak ekonomi, program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan, tetapi juga memperkuat rantai pasok lokal dan mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil. Kepastian permintaan dinilai membantu pelaku usaha merencanakan produksi secara lebih terukur.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Pati akan terus melakukan pengawasan terhadap operasional dapur SPPG melalui inspeksi rutin di lapangan. Selain itu, koordinasi dengan pelaku usaha lokal akan diperkuat guna memastikan kualitas bahan pangan tetap terjaga serta distribusi berjalan lancar seiring perluasan program MBG.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implem

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak
