Program MBG Dongkrak Penjualan Ikan Lokal, Pembudidaya di Karanganyar Kebanjiran Permintaan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 26 Jul 2026, 02.08

KARANGANYAR — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan permintaan ikan konsumsi di daerah. Salah satunya dirasakan Dodo, pembudidaya dan pedagang ikan di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang kini mengalami lonjakan penjualan sejak program tersebut berjalan.
Dodo menyebut, sebelum adanya MBG, penjualan ikan miliknya rata-rata hanya mencapai sekitar 3 kuintal per hari dari berbagai jenis ikan seperti gurami, patin, lele, nila, dan kakap. Namun kini, pasokan ikan untuk dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkat signifikan hingga mencapai 1 ton per minggu, bahkan bisa tembus 1 ton per hari saat permintaan tinggi.
“Petani itu sekarang semakin semangat memelihara ikan karena pasti laku,” kata Dodo, Minggu (12/4).
Ia menjelaskan, tingginya permintaan justru menjadi tantangan baru bagi pembudidaya karena kapasitas produksi belum mampu sepenuhnya mengimbangi kebutuhan pasar. “Tentu permintaan semakin meningkat dan akhirnya produksi tidak seimbang. Makanya, sering pedagang akhir-akhir ini kesulitan mencari ikan konsumsi,” ujarnya.
Dodo juga mengaku saat ini hanya mampu menyuplai kebutuhan untuk tiga dapur MBG dan belum dapat memenuhi seluruh permintaan yang masuk. Meski demikian, ia menilai program MBG memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha kecil di sektor perikanan.
“Program MBG ini kelihatan sekali dampak ekonominya. Sangat luar biasa. Kami selaku pedagang ikan merasakan sekali dampaknya,” ucapnya.
Program MBG merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Dalam implementasinya, program ini melibatkan berbagai rantai pasok lokal, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha pangan lainnya.
Dari sisi dampak, peningkatan permintaan bahan pangan seperti ikan turut menggerakkan ekonomi desa dan membuka lapangan kerja baru, termasuk di sektor distribusi dan pengolahan makanan. Namun, lonjakan permintaan juga berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan pasokan apabila tidak diiringi peningkatan kapasitas produksi.
Dodo berharap pemerintah dapat memberikan pembinaan dan dukungan kepada pembudidaya ikan skala kecil agar mampu meningkatkan produksi secara berkelanjutan. Ia juga meminta program MBG terus dilanjutkan karena dinilai mampu memperkuat ekonomi lokal.
Ke depan, pemerintah diharapkan memperluas pendampingan kepada pelaku usaha sektor pangan serta memastikan ketersediaan pasokan tetap stabil guna mendukung keberlanjutan program MBG di berbagai daerah.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
