Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah Jadi Fondasi SDM Unggul, Pemerintah Temukan Masalah Kebugaran hingga Karies Gigi
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 29 Jul 2026, 15.26

JAKARTA, 6 Mei 2026 — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah yang dijalankan pemerintah dinilai tidak hanya berfungsi mendeteksi gangguan kesehatan siswa sejak dini, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia. Pemerintah menilai kondisi kesehatan peserta didik memiliki kaitan langsung dengan kualitas proses belajar dan produktivitas generasi masa depan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan siswa. “Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menjaga kesehatan siswa, tetapi juga membangun fondasi SDM yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurut Qodari, Program CKG Sekolah dirancang sebagai upaya jemput bola agar seluruh anak Indonesia mendapatkan layanan kesehatan dasar secara merata. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak dini sehingga dapat segera ditangani sebelum memengaruhi proses belajar siswa.
Data pelaksanaan Program CKG sepanjang 2025 menunjukkan tiga masalah kesehatan terbesar pada siswa adalah gangguan kebugaran sebesar 60,69 persen, karies gigi 47,24 persen, dan anemia 27,49 persen. Sementara itu, hingga awal Mei 2026, tercatat sebanyak 4.883.890 siswa dari 45.596 sekolah telah mengikuti skrining kesehatan.
Berdasarkan data terbaru tahun ini, tiga persoalan kesehatan yang paling banyak ditemukan meliputi gigi berlubang sebesar 41,5 persen, peningkatan tekanan darah 22,1 persen, serta penumpukan kotoran telinga 8,6 persen. Pemerintah menilai temuan tersebut menjadi indikator penting untuk penyusunan kebijakan kesehatan dan pendidikan yang lebih tepat sasaran.
“Melalui CKG, pemerintah memperoleh data kesehatan siswa secara lebih sistematis. Data ini menjadi dasar untuk merancang intervensi yang lebih tepat, baik di sektor pendidikan maupun kesehatan,” kata Qodari.
Program skrining kesehatan sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan kesehatan preventif dan promotif di lingkungan pendidikan. Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk mendeteksi gangguan kesehatan yang sering tidak disadari namun berdampak pada perkembangan fisik dan kemampuan belajar anak.
Dari sisi dampak, pelaksanaan CKG diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan siswa, menekan risiko penyakit jangka panjang, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional. Data kesehatan yang terkumpul juga dapat membantu pemerintah menyusun intervensi gizi, kesehatan, dan kebugaran yang lebih efektif di sekolah.
Ke depan, pemerintah akan terus memperluas cakupan Program CKG ke lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia serta memperkuat koordinasi lintas sektor antara bidang kesehatan dan pendidikan guna memastikan penanganan masalah kesehatan siswa dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
