Presiden Prabowo Percepat Hilirisasi dan Perkuat Ketahanan Energi Nasional Demi Kemandirian Indonesia
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto terus mempercepat agenda transformasi ekonomi nasional melalui penguatan program hilirisasi industri dan ketahanan energi. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam rapat bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan mengenai perkembangan berbagai proyek strategis nasional yang menjadi fondasi menuju Indonesia yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berdaulat di bidang energi maupun industri.
Salah satu capaian penting yang dilaporkan adalah rampungnya pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik hasil kerja sama antara CATL dan Antam. Proyek hilirisasi strategis tersebut dijadwalkan akan diresmikan pada akhir Juli 2026 dan menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat industri kendaraan listrik dunia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan ekosistem baterai merupakan bukti nyata konsistensi pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Selain hilirisasi, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar terhadap ketahanan energi nasional. Pemerintah memastikan kondisi pasokan energi nasional tetap aman dengan cadangan operasional yang berada di atas batas minimum nasional.
Dalam sektor kelistrikan, pemerintah bersama PT PLN (Persero) terus melakukan langkah-langkah perbaikan guna memastikan layanan listrik kepada masyarakat berjalan semakin andal. Evaluasi menyeluruh telah dilakukan terhadap rantai pasok batu bara, sistem pengadaan, hingga kesiapan pembangkit listrik di berbagai daerah.
Pemerintah juga mengambil langkah strategis dengan membentuk tim pengawasan pengadaan batu bara yang melibatkan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, BPKP, serta Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga sekaligus mencegah potensi gangguan pelayanan di masa mendatang.
Presiden Prabowo secara khusus menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk bergerak cepat mengambil langkah-langkah terukur agar pelayanan energi kepada masyarakat semakin baik dan tidak terjadi gangguan yang dapat menghambat aktivitas ekonomi nasional.
Kebijakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Hilirisasi industri akan memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Sementara itu, ketahanan energi yang kuat menjadi syarat utama bagi keberlangsungan industrialisasi dan pembangunan nasional.
Melalui percepatan hilirisasi dan penguatan sektor energi, pemerintahan Presiden Prabowo terus menunjukkan komitmennya untuk membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan nasional, serta mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara industri maju yang mampu bersaing di tingkat global.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implem

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak
