Satu Suara Bangsa

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir, Negara Hadir Mengantar Kepulangan Pahlawan Perdamaian

Budi Antoni

Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa

5 Apr 2026, 04.5049 dibaca

Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir, Negara Hadir Mengantar Kepulangan Pahlawan Perdamaian
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir, Negara Hadir Mengantar Kepulangan Pahlawan Perdamaian

Jakarta — Suasana haru menyelimuti prosesi penyambutan jenazah tiga prajurit penjaga perdamaian dunia yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setibanya di VIP Room Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, 4 April 2026.

Prabowo Subianto hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir, didampingi Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subiyanto. Kehadiran pimpinan negara ini menjadi simbol kuat bahwa negara tidak pernah absen dalam menghormati pengabdian prajuritnya.

Prosesi berlangsung dengan khidmat melalui upacara militer sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi para prajurit yang gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Ketiga prajurit tersebut adalah Zulmi Aditya Iskandar, Muhammad Nur Ichwan, dan Farizal Rhomadhon.

Momen penuh haru terlihat ketika Presiden Prabowo menyapa dan memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang ditinggalkan. Dalam salah satu momen, Presiden tampak mencium kening anak dari salah satu prajurit gugur—sebuah gestur kemanusiaan yang mencerminkan empati mendalam dari kepala negara kepada keluarga pahlawan.

Turut hadir pula Susilo Bambang Yudhoyono, yang bersama Presiden Prabowo memberikan penghormatan kepada para prajurit. Kehadiran tokoh-tokoh negara lintas kepemimpinan ini memperlihatkan persatuan nasional dalam menghargai jasa para penjaga perdamaian.

Setelah prosesi penghormatan, jenazah para prajurit akan diterbangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan secara militer. Negara memastikan seluruh proses dilakukan dengan penuh kehormatan dan penghargaan.

Pengorbanan para prajurit ini menjadi pengingat bahwa peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia bukan sekadar komitmen, tetapi juga pengabdian nyata yang menuntut keberanian dan pengorbanan tertinggi. Negara pun menegaskan akan terus hadir—menghormati, mengawal, dan mengenang jasa para pahlawan bangsa.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait