Prajurit TNI Jadi Petani Modern: Pelatihan Ketahanan Pangan Dorong Swasembada Nasional
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Tangerang Selatan - Kodiklat TNI menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan TNI ke-II Tahun Anggaran 2026 dengan semangat tinggi untuk menjadikan prajurit sebagai penggerak utama swasembada pangan nasional. Acara penutupan dipimpin langsung oleh Komandan Kodiklat TNI, Letnan Jenderal TNI Mohamad Naudi Nurdika, di Gedung Yos Sudarso, Serpong, Tangerang Selatan pada Jumat, 6 Januari 2026. Hadir Wakil Komandan Kodiklat TNI Bambang Gunarto S.T., M.M., M.Sc., para pejabat utama, dan peserta dari berbagai satuan TNI di seluruh Indonesia.
Pelatihan ini dirancang untuk membantu TNI berkontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, meningkatkan perekonomian rakyat, dan mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri. Materi yang diberikan sangat praktis dan langsung bisa diterapkan di lapangan, seperti teknik budidaya hortikultura, pengolahan lahan marginal, pembuatan biosaka N1, budidaya ayam petelur skala rumah tangga, praktik pembuatan pupuk organik cair, digital farming berbasis aplikasi sederhana, pengolahan maggot sebagai pakan ternak, pemijahan ikan lele, hingga hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai jual. Data menunjukkan bahwa Indonesia masih mengimpor sekitar 2,5 juta ton kedelai dan 1,8 juta ton bawang putih per tahun, sehingga pelatihan ini menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan tersebut.
Komandan Kodiklat TNI menekankan agar seluruh peserta segera mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di satuan masing-masing. Prajurit diminta tidak hanya mempraktikkan sendiri, tetapi juga menularkan pengetahuan kepada sesama prajurit, petani lokal, dan masyarakat sekitar basis militer. Mereka diharuskan menjalin kerja sama erat dengan pemerintah daerah, kementerian terkait seperti Kementan, BUMN pertanian, serta komponen masyarakat. Selain itu, prajurit harus aktif mendampingi petani di desa-desa, memastikan program berjalan lancar melalui evaluasi berkala, dan terus berinovasi agar produktivitas terus meningkat. Target nasional swasembada padi, misalnya, mencapai 31,5 juta ton GKG pada 2026, dan kontribusi TNI diharapkan bisa menambah 5-10% dari target tersebut melalui lahan-lahan milik satuan.
Dalam sambutannya, Dankodlat TNI menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan antusiasme peserta yang terlihat sepanjang pelatihan. Semangat belajar yang tinggi ini mencerminkan komitmen kuat TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang kini menjadi prioritas utama pemerintahan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan dalam negeri, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan stabilitas harga bahan pokok di pasar tradisional. Statistik menunjukkan bahwa program serupa TNI tahun lalu berhasil meningkatkan produksi beras di lahan milik sebesar 15% atau sekitar 25 ribu ton dari total panen nasional.
Melalui Bimtek Ketahanan Pangan ini, TNI berhasil melatih ratusan prajurit menjadi ahli pertanian modern yang siap berperan di dua front: menjaga kedaulatan negara sekaligus ketahanan pangan rakyat. Program ini membangun ekosistem pertanian mandiri mulai dari tingkat satuan hingga masyarakat luas, menjadikan prajurit tidak hanya sebagai pelindung bangsa tetapi juga pendamping ekonomi rakyat sehari-hari. Dengan proyeksi kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk 1,1% per tahun, peran TNI ini menjadi kunci strategis menuju Indonesia Emas 2045 yang berpangan kuat dan sejahtera.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
