Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon, Dedikasi Pasukan Perdamaian Jadi Sorotan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta – Pengabdian prajurit Indonesia dalam misi perdamaian dunia kembali diuji. Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan gugur akibat serangan di wilayah Lebanon Selatan. Selain itu, tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang sama.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengonfirmasi kejadian tersebut yang berlangsung pada Minggu (29/3/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah. Dalam pernyataannya, ia mengutuk keras serangan yang menewaskan personel penjaga perdamaian, termasuk prajurit asal Indonesia yang bertugas di bawah misi UNIFIL.
Guterres juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta kepada bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa tidak seharusnya ada penjaga perdamaian yang kehilangan nyawa saat menjalankan tugas mulia menjaga stabilitas global.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa dari insiden tersebut terdapat satu prajurit meninggal dunia, satu mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis intensif.
Menurutnya, insiden terjadi akibat meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon Selatan. Serangan artileri yang terjadi di tengah saling serang antara pihak bertikai dilaporkan mengenai area tempat kontingen Indonesia bertugas, tepatnya di Adshit al-Qusyar.
“Peristiwa ini terjadi di tengah situasi konflik yang memanas, dan saat ini masih dalam proses klarifikasi oleh pihak UNIFIL,” ujar Rico.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa misi perdamaian bukan tanpa risiko. Meski berada di bawah mandat internasional, pasukan penjaga perdamaian tetap menghadapi ancaman nyata di lapangan.
Di tengah situasi tersebut, profesionalisme dan dedikasi prajurit Indonesia kembali menjadi sorotan. Kehadiran mereka dalam misi PBB selama ini dikenal aktif dalam menjaga stabilitas wilayah konflik, sekaligus membawa nama baik Indonesia di mata dunia.
Markas Besar TNI memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjamin keselamatan personel lainnya yang masih bertugas di Lebanon.
Pengorbanan ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus menjadi duka yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
