Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Perjuangkan Palestina di Board of Peace, Siap Mundur Jika Tak Sejalan dengan Kepentingan Nasional
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.56

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap berkomitmen memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui forum Board of Peace (BoP). Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan buka puasa bersama sejumlah tokoh organisasi masyarakat Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3), di tengah kritik terhadap keterlibatan Indonesia dalam forum yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut. Dalam pertemuan itu, Presiden menyatakan Indonesia siap menarik diri dari BoP apabila forum tersebut tidak lagi memberikan ruang bagi perjuangan Palestina atau bertentangan dengan kepentingan nasional Indonesia.
Isu keterlibatan Indonesia dalam BoP mengemuka setelah sejumlah organisasi masyarakat Islam menyampaikan kekhawatiran bahwa forum tersebut berpotensi tidak sejalan dengan perjuangan rakyat Palestina. Sekretaris Majelis Syura DPP Front Pembela Islam (FPI) Hanif Alatas mengatakan organisasinya bahkan menitipkan surat kepada Presiden yang berisi permintaan agar Indonesia mempertimbangkan keluar dari BoP. Menurutnya, sebagian kalangan menilai keterlibatan dalam forum tersebut berisiko menempatkan Indonesia dalam posisi yang tidak menguntungkan jika berada di bawah komando pihak yang dinilai memiliki kepentingan berbeda dalam konflik Palestina.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan Presiden menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional tersebut semata-mata untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina. “Janjinya kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur,” ujar Cholil menyampaikan pernyataan Presiden. Ia menambahkan, Presiden juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tidak akan berubah. “Kalau tidak untuk kepentingan Palestina, maka dia akan mundur,” katanya.
Di sisi lain, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattiri menilai Indonesia memiliki peran penting dalam Board of Peace, khususnya terkait upaya menjaga stabilitas dan masa depan Gaza. Ia menyebut Indonesia mendorong agar aparat kepolisian Palestina dapat masuk ke Gaza untuk melindungi masyarakat sipil serta memastikan otoritas Palestina tetap hadir di wilayah tersebut. “Saya tahu bahwa Indonesia meminta negara-negara lain agar polisi Palestina dapat masuk ke Gaza untuk menjaga rakyat mereka,” ujar Al-Sattiri. Pemerintah Indonesia sendiri menegaskan pembahasan terkait BoP saat ini masih ditangguhkan sambil memantau perkembangan situasi di Timur Tengah, dengan fokus utama diplomasi pada perlindungan warga negara Indonesia di wilayah konflik serta dukungan berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
