Prabowo: Indonesia Tetap Aman di Tengah Krisis Global, Ketahanan Pangan dan Energi Terjaga
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

Prabowo Subianto menegaskan kondisi Indonesia tetap aman dan stabil di tengah gejolak geopolitik serta geoekonomi global. Pernyataan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional, Jumat (1/5/2026), dengan menekankan bahwa ketahanan pangan dan energi nasional menjadi penopang utama stabilitas.
Dalam pidatonya, Presiden menyebut situasi global saat ini diwarnai krisis di berbagai negara, namun Indonesia dinilai masih berada dalam kondisi terkendali. “Saudara-saudara perhatikan seluruh dunia dalam keadaan krisis, banyak negara sudah panik, kita masih aman,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan, stabilitas tersebut didukung capaian di sektor pangan, termasuk keberhasilan menjaga stok beras nasional. Pemerintah mencatat cadangan beras yang dikelola Perum Bulog telah mencapai lebih dari 5 juta ton per April 2026. “Kita swasembada pangan, pangan kita aman, BBM kita masih aman,” kata Prabowo.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan kemandirian energi dalam beberapa tahun ke depan. Prabowo menegaskan komitmen untuk mewujudkan swasembada energi paling lambat 2029 melalui pengurangan impor bahan bakar minyak dan pengembangan energi baru terbarukan. “Beberapa tahun lagi, kita akan swasembada BBM, swasembada energi,” ujarnya.
Dalam konteks pengelolaan sumber daya alam, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah tegas terhadap praktik ilegal. Hingga kini, sekitar 5 juta hektare lahan bermasalah telah dikuasai kembali oleh negara, dengan target mencapai 8 juta hektare pada akhir 2026. “Kita sudah tutup ribuan tambang ilegal, dan ini akan kita kelola untuk kemakmuran rakyat Indonesia,” tegasnya.
Secara historis, ketahanan pangan dan energi menjadi indikator utama stabilitas nasional, terutama saat terjadi tekanan global seperti konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok. Data pemerintah menunjukkan penguatan cadangan pangan dan pengendalian impor energi menjadi strategi kunci dalam menjaga daya tahan ekonomi domestik.
Dari sisi dampak, kondisi stabil ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjaga inflasi, memastikan pasokan kebutuhan pokok, serta melindungi daya beli masyarakat. Di sisi lain, percepatan swasembada energi dan penertiban sektor sumber daya alam diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperbesar penerimaan negara.
Ke depan, pemerintah akan melanjutkan kebijakan penguatan ketahanan pangan dan energi, termasuk optimalisasi pengelolaan sumber daya alam serta percepatan transisi energi. Presiden juga menekankan pentingnya konsolidasi lintas sektor untuk memastikan seluruh kebijakan tersebut dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
