Prabowo Hadiri May Day 2026 di Monas, Siap Dengarkan 11 Tuntutan Buruh
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dipastikan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026) pagi. Dalam kesempatan tersebut, Presiden dijadwalkan mendengarkan langsung 11 tuntutan yang disampaikan oleh elemen buruh, mulai dari isu ketenagakerjaan hingga kebijakan ekonomi.
Presiden akan hadir di tengah ratusan ribu massa buruh yang memadati kawasan Monas. Agenda utama mencakup penyampaian aspirasi dari serikat pekerja, termasuk dorongan pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing dan upah murah (HOSTUM), hingga kekhawatiran terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dinamika ekonomi global.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa May Day merupakan momentum penting bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah. “May Day bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum menyampaikan harapan dan tuntutan buruh. Dan dari 11 isu yang kami sampaikan, ada beberapa yang langsung mendapat respons dan penegasan dari Presiden,” ujarnya.
Selain isu ketenagakerjaan, buruh juga mengangkat tuntutan lain seperti reformasi pajak, termasuk kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dan penghapusan pajak atas THR, JHT, serta pensiun. Tuntutan lainnya mencakup pengesahan RUU Perampasan Aset, penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri nikel, hingga moratorium industri semen akibat kelebihan pasokan.
Di sektor ekonomi digital, buruh turut menyoroti perlindungan bagi pengemudi ojek online, termasuk dorongan penetapan tarif dengan potongan aplikator maksimal 10 persen. Selain itu, mereka juga meminta ratifikasi konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) serta percepatan pengangkatan guru dan tenaga honorer menjadi pegawai penuh waktu.
Secara historis, peringatan May Day di Indonesia telah berkembang dari aksi demonstrasi menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pekerja. Kehadiran Presiden dalam peringatan ini mencerminkan upaya memperkuat komunikasi langsung dengan kelompok buruh di tengah tuntutan peningkatan kesejahteraan dan kepastian kerja.
Dari sisi dampak, respons pemerintah terhadap tuntutan buruh berpotensi memengaruhi kebijakan ketenagakerjaan nasional, termasuk perlindungan tenaga kerja, stabilitas industri, dan iklim investasi. Kebijakan yang dihasilkan diharapkan mampu menyeimbangkan kepentingan pekerja dan dunia usaha.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah melakukan dialog selama sekitar 1,5 jam dengan jajaran KSPI dan Partai Buruh sebagai bagian dari persiapan May Day 2026. Pemerintah menyatakan akan menindaklanjuti sejumlah aspirasi tersebut melalui pembahasan kebijakan lintas kementerian dan koordinasi dengan DPR RI dalam waktu mendatang.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
