Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Tahap II Senilai Rp116 Triliun di Cilacap
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

CILACAP, 29 April 2026 — Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Proyek senilai sekitar Rp116 triliun ini mencakup 13 proyek strategis lintas sektor sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi industri dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan hilirisasi merupakan langkah kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat struktur industri dalam negeri. “Groundbreaking hilirisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis hilirisasi, senilai kurang lebih Rp116 triliun meliputi lima proyek di sektor energi, lima proyek di sektor mineral, dan tiga proyek di sektor pertanian,” ujar Prabowo.
Ia menekankan bahwa hilirisasi menjadi fondasi kebangkitan ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat. Menurutnya, pengolahan sumber daya alam di dalam negeri akan mendorong penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor produk bernilai tambah, serta penguatan ketahanan ekonomi.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menjelaskan proyek tahap II merupakan kelanjutan strategi pemerintah dalam membangun ekosistem industri terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Kami akan melakukan ini sebagai awal dari lompatan besar Indonesia sebagai bangsa yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga berdaulat dalam pengolahannya,” kata Rosan.
Menurut Rosan, proyek ini juga dirancang untuk mengoptimalkan aset negara sebagai katalisator transformasi ekonomi nasional, dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan penguatan rantai pasok industri.
Secara rinci, 13 proyek tersebut mencakup pembangunan kilang gasoline di Dumai dan Cilacap, tangki operasional BBM di berbagai wilayah, pengembangan dimethyl ether (DME) di Sumatera Selatan, hingga hilirisasi mineral seperti nikel, tembaga, dan baja. Selain itu, sektor pertanian juga diperkuat melalui pengolahan sawit, pala, dan kelapa menjadi produk turunan bernilai tambah.
Program hilirisasi sendiri telah menjadi agenda strategis pemerintah dalam beberapa tahun terakhir, seiring upaya mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Kebijakan ini juga didorong oleh kebutuhan meningkatkan daya saing industri nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Dari sisi dampak, proyek hilirisasi tahap II diperkirakan akan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Selain itu, pengembangan energi alternatif seperti DME juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor energi.
Pemerintah menargetkan seluruh proyek dapat berjalan sesuai tahapan yang direncanakan dengan dukungan lintas kementerian dan sektor swasta. Ke depan, implementasi proyek ini akan terus dipantau untuk memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat serta mempercepat terwujudnya kemandirian industri nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
