Prabowo Dorong Kolaborasi Energi Bersih ASEAN, Indonesia Pacu Pembangunan PLTS 100 GW
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

CEBU, 9 Mei 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia mempercepat transisi energi bersih dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW), sekaligus mendorong kolaborasi negara-negara ASEAN dalam pengembangan energi baru terbarukan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri KTT Khusus BIMP-EAGA di Cebu, Filipina, Kamis (8/5/2026) waktu setempat. Dalam forum tersebut, Prabowo menilai kawasan Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan energi hijau dunia melalui pemanfaatan tenaga surya, air, dan angin.
“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah membangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Presiden menekankan negara-negara anggota BIMP-EAGA perlu bergerak lebih cepat dalam membangun infrastruktur energi bersih untuk memperkuat ketahanan energi kawasan sekaligus mendukung target pengurangan emisi global.
Menurut Prabowo, subkawasan ASEAN timur memiliki sumber daya energi terbarukan yang melimpah, mulai dari tenaga air di Kalimantan, potensi energi surya di wilayah kepulauan, hingga energi angin di kawasan pesisir.
“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” katanya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan forum KTT tersebut juga mengesahkan dokumen BIMP-EAGA Vision 2035 sebagai kerangka strategis pembangunan kawasan yang berfokus pada penguatan konektivitas, transformasi ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.
Menurut Bahlil, salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah pengembangan klaster infrastruktur energi dan ketenagalistrikan atau Power and Energy Infrastructure Cluster (PEIC), yang sebelumnya dipimpin Indonesia untuk periode 2022–2025.
“Hasil dari klaster ini meliputi proyek interkoneksi jaringan listrik, proyek energi terbarukan, elektrifikasi pedesaan, dan program efisiensi energi serta konservasi energi,” ujar Bahlil.
Ia menambahkan pemerintah Indonesia tengah menjalankan sejumlah strategi transisi energi sesuai arahan Presiden Prabowo, di antaranya peningkatan bauran energi baru terbarukan, pengembangan hidrogen dan nuklir, pemanfaatan kendaraan listrik, efisiensi energi, hingga pembatasan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru berbasis batu bara.
“Kita juga sedang mendorong pemanfaatan tenaga surya untuk menjadi PLTS 100 GW untuk mengurangi pemakaian fosil. Tentu ini memerlukan kolaborasi dari banyak pihak untuk menyelesaikan tugas tersebut,” kata Bahlil.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang terus meningkatkan target energi baru terbarukan sebagai bagian dari komitmen menuju net zero emission. Pemerintah juga memperluas investasi pada infrastruktur energi hijau, termasuk pembangunan jaringan transmisi dan proyek elektrifikasi di daerah terpencil.
Pengembangan PLTS skala besar diperkirakan akan memberikan dampak luas terhadap sektor ekonomi nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, penguatan industri manufaktur energi hijau, hingga pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil impor. Selain itu, proyek energi terbarukan juga dinilai berpotensi memperluas akses listrik di kawasan terpencil dan wilayah perbatasan.
Ke depan, pemerintah Indonesia bersama negara-negara ASEAN akan memperkuat kerja sama lintas kawasan dalam pengembangan jaringan listrik regional, investasi energi hijau, serta transfer teknologi untuk mendukung percepatan transisi energi bersih di Asia Tenggara.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
