Peserta Latsarmil KDMP di Kaltim Meninggal Dunia, Pemerintah Pastikan Penanganan Sesuai Prosedur dan Lakukan Evaluasi
Ozio
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

Balikpapan – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan Kodam VI/Mulawarman memastikan penanganan terhadap meninggalnya seorang peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, telah dilakukan sesuai prosedur. Peserta asal Jawa Timur tersebut meninggal dunia setelah sempat mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti rangkaian pelatihan yang menjadi bagian dari program penguatan sumber daya manusia bagi pengelola koperasi desa dan kampung nelayan.
Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Kolonel Infanteri Gatot Teguh Waluyo menjelaskan bahwa peserta yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan penanganan medis berjenjang mulai dari fasilitas kesehatan satuan hingga dirujuk ke Rumah Sakit dr. Harjanto Kodam VI/Mulawarman ketika kondisinya memerlukan penanganan lebih lanjut. Pihak Kodam juga langsung berkoordinasi dengan keluarga serta memfasilitasi pemulangan jenazah ke daerah asal.
"Peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur yang berlaku dan saat ini penyebab kejadian masih didalami lebih lanjut," ujar Kolonel Infanteri Gatot Teguh Waluyo.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, peserta diduga mengalami heat stroke atau serangan panas. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti program sebelumnya telah menjalani proses seleksi administrasi dan pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku sebelum dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pelatihan.
"Seluruh peserta telah melalui tahapan seleksi dan pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan dan pelatihan," demikian penjelasan resmi yang disampaikan pihak Kementerian Pertahanan.
Program SPPI merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang akan bertugas sebagai manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program tersebut dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan, disiplin, kemampuan manajerial, serta kapasitas organisasi yang dibutuhkan dalam mengelola program pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir.
Pemerintah menilai keberadaan KDMP dan KNMP memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, memperluas akses pembiayaan masyarakat, meningkatkan produktivitas desa, serta memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan nelayan. Oleh karena itu, penguatan kualitas SDM pengelola koperasi menjadi salah satu aspek penting yang terus dipersiapkan melalui program pelatihan terpadu.
Dari sisi masyarakat, program SPPI diharapkan dapat melahirkan tenaga profesional yang mampu mengelola koperasi dan unit usaha desa secara modern, transparan, dan berkelanjutan. Kehadiran manajer yang memiliki kompetensi kepemimpinan dan manajemen dinilai penting untuk mendukung keberhasilan program-program ekonomi pemerintah di tingkat akar rumput sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertahanan bersama TNI akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan, termasuk aspek kesehatan, pengawasan peserta, dan prosedur keselamatan selama kegiatan berlangsung. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program SPPI agar tujuan pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi desa dapat berjalan secara optimal, aman, dan berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
