Satu Suara Bangsa

Peran TNI Dukung Pertanian Dinilai Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional

Budi Antoni

Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa

25 Jun 2026, 13.13102 dibaca

Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

Peran TNI Dukung Pertanian Dinilai Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Peran TNI Dukung Pertanian Dinilai Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional

JAKARTA – Dukungan terhadap keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam memperkuat sektor pertanian terus mengemuka. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai kehadiran TNI dalam mendukung pembangunan pertanian merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa yang sejalan dengan upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional, bukan bentuk kembalinya praktik dwifungsi ABRI.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pidato Presiden Prabowo Subianto pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo yang menyoroti keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung sektor pertanian sebagai bagian dari strategi nasional mewujudkan swasembada pangan.

Menurut Dave Laksono, peran TNI di sektor pertanian merupakan optimalisasi fungsi institusi negara dalam membantu kepentingan nasional, khususnya pada bidang-bidang strategis yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

"Justru mengoptimalkan kehadiran TNI untuk benar-benar menjadi tulang punggung bangsa," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI di lapangan berbeda dengan konsep dwifungsi pada masa lalu. Aktivitas yang dilakukan saat ini lebih berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, pendampingan petani, percepatan produksi pangan, hingga mendukung berbagai program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan.

Dave juga menjelaskan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup berbagai bentuk kedaulatan lain yang sama pentingnya.

Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat kedaulatan pangan, kedaulatan energi, dan kedaulatan digital agar memiliki daya saing yang kuat di tengah dinamika global. Dalam konteks tersebut, TNI dapat berkontribusi melalui kemampuan organisasi, sumber daya manusia, dan jangkauan kewilayahan yang dimiliki.

Pernyataan tersebut sejalan dengan berbagai program pendampingan pertanian yang selama ini dilaksanakan TNI di berbagai daerah, mulai dari membantu pembukaan lahan, pendampingan petani, percepatan masa tanam, panen raya, pembangunan irigasi, hingga mendukung distribusi sarana produksi pertanian. Berbagai kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang memiliki dasar hukum dan bertujuan membantu pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional.

Dalam pidatonya di Gorontalo, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pertanian merupakan langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan Indonesia. Presiden juga memberikan apresiasi kepada jajaran kementerian, TNI, dan Polri yang terlibat dalam berbagai program peningkatan produksi pangan nasional.

Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai salah satu fondasi utama menuju Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing di tingkat global.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait