Pendekatan Humanis TNI Berbuah Hasil, Warga Malaka Serahkan Senjata Springfield Secara Sukarela
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

Alas Utara -- Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad berhasil memperkuat stabilitas keamanan wilayah perbatasan dengan menerima penyerahan satu pucuk senjata api jenis Springfield dari warga Desa Alas Utara, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Rabu (29/4/2026). Senjata tersebut diserahkan secara sukarela oleh warga berinisial MG (60) setelah melalui pendekatan persuasif aparat di lapangan.
Penyerahan dilakukan kepada personel Pos Ailala yang sebelumnya aktif membangun komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, seperti membantu pembangunan rumah, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan panen bersama. Pendekatan ini membuka ruang kepercayaan sehingga informasi terkait keberadaan senjata peninggalan lama dapat diungkap.
Komandan Pos Ailala Dwi Eko Wahyono menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pendekatan humanis yang konsisten dilakukan oleh personel.
“Kami tidak hanya hadir sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Dengan komunikasi yang baik dan kegiatan bersama, kepercayaan itu tumbuh,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesadaran warga menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan wilayah.
“Warga dengan kesadaran sendiri menyerahkan senjata yang berpotensi membahayakan. Ini adalah wujud nyata sinergi dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan agar tetap aman dan kondusif,” katanya.
Wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste selama ini menjadi perhatian pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, termasuk pengendalian kepemilikan senjata ilegal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Banyak senjata yang masih beredar merupakan peninggalan konflik masa lalu yang belum seluruhnya terdata.
Dari sisi dampak, penyerahan senjata secara sukarela dinilai dapat mengurangi potensi ancaman keamanan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat. Pendekatan non-represif yang dilakukan aparat juga memperkuat hubungan antara TNI dan warga, sehingga memudahkan deteksi dini terhadap potensi gangguan di wilayah perbatasan.
Sebagai tindak lanjut, barang bukti senjata tersebut telah diamankan di Pos Ailala dan dilaporkan secara berjenjang kepada komando atas untuk proses lebih lanjut. Satgas Yonarmed 12 Kostrad menyatakan akan terus mengedepankan pendekatan humanis dan pembinaan teritorial guna menjaga stabilitas keamanan kawasan perbatasan secara berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
