Pemprov Jateng Gandeng Udinus Kampanye Stop Boros Pangan di Sekolah Dasar
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng civitas akademika Universitas Dian Nuswantoro untuk menggelar kampanye stop boros pangan berbasis media audiovisual yang menyasar siswa sekolah dasar di 23 sekolah di Kota Semarang.
Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan rektor perguruan tinggi se-Jawa Tengah, yang kemudian diimplementasikan melalui kolaborasi dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Udinus.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Dyah Lukisari menjelaskan, kampanye ini dilatarbelakangi temuan masih tingginya sampah pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Maka kita gandeng. Kami siapkan substansinya, Udinus menyiapkan dari sisi ilmu komunikasi dan IT. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemborosan pangan kerap terjadi karena berbagai faktor, mulai dari rasa makanan hingga ketidaksukaan siswa terhadap menu tertentu seperti sayuran. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang menarik dinilai penting untuk mengubah perilaku siswa sejak dini.
Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Komputer Udinus, Dr. Pujiono, menyebut sebanyak 230 mahasiswa dilibatkan dalam program ini untuk menyusun materi kampanye. “Penyampaian pesan bisa melalui animasi, video, maupun tulisan, yang disesuaikan dengan usia siswa SD,” katanya.
Perwakilan Badan Gizi Nasional, Riyan Eko Prasetyo, menilai kolaborasi ini sebagai terobosan untuk memperkuat efektivitas program MBG sekaligus mengurangi pemborosan pangan. “Output-nya menjadi data bagi kami sebagai bahan evaluasi pada SPPG dalam produksi MBG, agar tidak menimbulkan pemborosan pangan,” jelasnya.
Secara nasional, isu sampah pangan menjadi perhatian karena berdampak pada ketahanan pangan dan lingkungan. Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintah juga membutuhkan pengelolaan konsumsi yang efisien agar tujuan peningkatan gizi tidak diiringi pemborosan.
Dari sisi dampak, kampanye ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan konsumsi yang lebih bijak pada anak sejak usia dini, sekaligus menekan volume sampah makanan di sekolah. Selain itu, keterlibatan mahasiswa memberikan nilai tambah berupa inovasi komunikasi yang lebih kreatif dan adaptif.
Ke depan, pemerintah daerah bersama BGN akan mengevaluasi hasil kampanye tersebut sebagai dasar pengembangan program serupa di wilayah lain, sekaligus memperbaiki pelaksanaan MBG agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
