Pemerintah Tunda Pembahasan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Melalui ISF Fokus pada Keamanan Timur Tengah
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 26 Jul 2026, 11.49

Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan pembahasan terkait rencana pengiriman personel Tentara Nasional Indonesia untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza, Palestina, masih ditunda.
Penundaan ini dilakukan di tengah situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang belum stabil, terutama setelah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, serta serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon yang menewaskan tiga prajurit TNI.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan aspek keselamatan dan stabilitas kawasan sebelum melanjutkan pembahasan terkait rencana tersebut.
“Fokus utama kita adalah kondisi keselamatan dan keamanan di Timur Tengah. Seluruh pembahasan mengenai Board of Peace saat ini masih ditunda,” ujar Nabyl dalam konferensi pers di Jakarta.
ISF sendiri direncanakan berada di bawah naungan Board of Peace (BoP), sebuah badan yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengelola sementara Jalur Gaza selama masa rekonstruksi pascakonflik.
Hingga kini, pemerintah Indonesia belum melanjutkan pembahasan teknis maupun persiapan terkait keterlibatan dalam misi tersebut. Evaluasi terhadap situasi geopolitik kawasan akan terus dilakukan sebelum keputusan lebih lanjut diambil.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan komitmen Indonesia untuk berpartisipasi dalam ISF sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian di Palestina.
Ia bahkan menyebut Indonesia siap mengirim hingga 8.000 personel TNI atau lebih jika diperlukan untuk mendukung stabilisasi kawasan pascagencatan senjata.
Namun, dengan meningkatnya tensi konflik dan risiko keamanan yang tinggi, pemerintah memilih bersikap hati-hati dengan menunda pembahasan lanjutan hingga kondisi dinilai lebih kondusif.
Langkah ini menegaskan pendekatan Indonesia yang mengutamakan keselamatan personel sekaligus tetap berkomitmen terhadap upaya perdamaian internasional, khususnya dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
