Pemerintah Siapkan Tol Baru 80 Kilometer ke Pelabuhan Tanjung Carat, Investasi Diperkirakan Rp26 Triliun
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

JAKARTA — Pemerintah berencana membangun ruas jalan tol baru di Sumatera Selatan sepanjang sekitar 80 kilometer untuk mendukung konektivitas menuju Pelabuhan Tanjung Carat. Proyek strategis tersebut diperkirakan menelan investasi sekitar Rp26 triliun dan ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2026.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan pembangunan tol baru tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem logistik serta mendukung distribusi komoditas unggulan di Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya.
“Jadi ini dari nanti backbone Tol Sumatera itu rencananya di pintu Tol Betung, itu akan ada interline lagi tol yang menuju ke Tanjung Carat itu kurang lebih sekitar 80 kilometer,” ujar Todotua dalam konferensi pers Penandatanganan MoU Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat, Rabu (13/5/2026).
Selain pembangunan ruas baru menuju Pelabuhan Tanjung Carat, pemerintah juga berencana memperpanjang ruas Tol Palembang–Prabumulih sekitar 37 kilometer hingga Muara Enim guna memperkuat akses menuju kawasan sumber daya alam dan industri.
“Kalau mengenai total angkanya kurang lebih sekitar Rp26 triliun untuk pembangunan tol ini sendiri,” katanya.
Menurut Todotua, proyek jalan tol dan pengembangan pelabuhan akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dalam skema tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum akan membantu proses pengadaan lahan, sementara pembangunan jalan tol akan dikerjakan oleh Hutama Karya.
Pemerintah juga membuka peluang dukungan pembiayaan dari Danantara untuk memperkuat pendanaan proyek.
“Pendanaannya itu nanti kita juga minta support dari Danantara. Karena kita sih pemikirannya kalau boleh kita bisa mengkonsolidasikan saja kekuatan perbankan nasional,” ujar Todotua.
Pelabuhan Tanjung Carat sendiri telah lama masuk dalam rencana pengembangan pelabuhan strategis nasional di Sumatera Selatan untuk memperkuat jalur distribusi logistik dan ekspor komoditas. Proyek tersebut dinilai penting untuk mengurangi hambatan logistik yang selama ini membatasi peningkatan distribusi komoditas unggulan daerah.
Beberapa komoditas yang diproyeksikan terdorong melalui proyek ini antara lain batu bara, kopi, karet, dan kelapa sawit. Salah satu BUMN yang disebut akan memanfaatkan infrastruktur tersebut adalah PT Bukit Asam Tbk.
“Salah satunya di sini yang ikut tanda tangan itu adalah Bukit Asam, di mana memang saat ini kalau kita lihat dalam beberapa tahun itu BUMN Bukit Asam itu volumenya itu memang relatif sulit untuk naik karena memang alur keluarnya ini yang memang cukup menjadi tantangan,” katanya.
Dalam proyek tersebut, Hutama Karya akan menjadi pengelola pembangunan jalan tol, sedangkan Pelindo disiapkan sebagai operator pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat.
Pemerintah menilai pembangunan jalan tol dan pelabuhan baru akan memberikan dampak ekonomi besar bagi Sumatera Selatan dan wilayah penyangga seperti Jambi. Selain menurunkan biaya logistik, proyek ini juga diperkirakan meningkatkan daya saing ekspor, mempercepat distribusi barang, dan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Sumatera bagian selatan.
Ke depan, pemerintah akan menyelesaikan proses pengadaan lahan, finalisasi skema pembiayaan, serta koordinasi lintas kementerian dan BUMN sebelum proyek pembangunan dimulai secara bertahap.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
