Pemerintah Perkuat Pompanisasi di Lamongan Hadapi Ancaman El Nino, Targetkan Produksi Pangan Tetap Stabil
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

Jakarta -- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Kabupaten Lamongan mempercepat langkah mitigasi menghadapi ancaman El Nino yang berpotensi memicu kekeringan, dengan memperkuat sistem pompanisasi dan menambah alat mesin pertanian (alsintan). Upaya ini dipantau langsung Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Waduk Delikguno, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Rabu (29/4/2026).
Direktur Jenderal PSP Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah menegaskan optimisme pemerintah terhadap kemampuan petani tetap berproduksi meski menghadapi tekanan iklim. “El Nino itu ada, tapi kami optimistis petani Lamongan tetap akan menanam dan terus berproduksi dengan mitigasi yang lebih awal,” ujar Andi saat meninjau langsung penempatan dan uji coba alsintan.
Ia menjelaskan, dukungan terhadap sektor pertanian di Lamongan diperkuat melalui penyediaan pupuk, alsintan, serta jaminan pasokan air dari waduk dan aliran Sungai Bengawan Solo. “Yang sudah tanam kita pertahankan pertanamannya, begitu pula yang akan tanam. Air harus tersedia agar petani tetap produktif,” katanya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan kebijakan ini selaras dengan komitmen daerah menjaga swasembada pangan nasional. Ia menekankan pompanisasi sebagai strategi utama meningkatkan luas tambah tanam dan indeks pertanaman. “Mudah-mudahan target luas tambah tanam bisa tercapai dan yang lebih penting terjadi peningkatan indeks pertanaman dari 2,1 menjadi 2,5,” ujarnya.
Data pemerintah menunjukkan, dari total sekitar 95 ribu hektare lahan sawah di Lamongan, sekitar 53 ribu hektare masih berupa lahan tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan. Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut rentan terhadap dampak El Nino yang dalam beberapa tahun terakhir kerap memicu penurunan produksi akibat kekeringan.
Sebagai langkah penguatan, Kementerian Pertanian menyalurkan berbagai sarana irigasi, antara lain ratusan unit pompa berbagai ukuran, irigasi perpompaan dan perpipaan, serta bangunan konservasi. Optimalisasi waduk dan pemanfaatan aliran Bengawan Solo juga ditargetkan mampu memperluas area irigasi hingga ratusan hektare tambahan.
Kebijakan ini diperkirakan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian dan stabilitas pasokan pangan. Bagi petani, ketersediaan air yang lebih terjamin dapat mengurangi risiko gagal panen dan meningkatkan pendapatan. Di sisi lain, bagi masyarakat luas, langkah ini berpotensi menjaga kestabilan harga pangan di tengah tekanan perubahan iklim.
Ke depan, pemerintah berencana terus memperluas program pompanisasi dan distribusi alsintan ke wilayah lain yang rawan kekeringan, serta memperkuat sistem irigasi berbasis sumber daya lokal guna memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika iklim global.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
