Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta — Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) baik subsidi maupun nonsubsidi menyusul beredarnya isu penyesuaian harga. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina, berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, Selasa (31/3/2026).
Prasetyo Hadi menegaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Setelah kami melakukan koordinasi, dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden, Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan,” kata Prasetyo.
Ia memastikan, hingga saat ini tidak ada rencana penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat.
“Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujarnya.
Pemerintah juga menjamin ketersediaan pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat diminta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik. Ketersediaan BBM kami jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian,” kata Prasetyo.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan apresiasi atas keputusan pemerintah yang dinilai responsif terhadap kondisi masyarakat. DPR juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan.
“Pihak pemerintah belum berencana melakukan penyesuaian harga BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi. Artinya mulai besok masih tetap berlaku harga yang sama,” ujar Dasco.
Ia menambahkan, DPR akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan BBM agar tetap terjaga. Pihaknya juga menyoroti adanya antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar akibat isu kenaikan harga.
“Kami imbau masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu antre berlebihan, dan tidak melakukan penimbunan terhadap BBM,” katanya.
Isu kenaikan BBM sebelumnya beredar luas di masyarakat dan memicu kekhawatiran serta antrean di sejumlah SPBU di berbagai daerah. Pemerintah menilai klarifikasi cepat diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar dan daya beli masyarakat.
Secara ekonomi, keputusan menahan harga BBM dinilai penting untuk menekan inflasi dan menjaga biaya transportasi serta distribusi barang tetap stabil. Kenaikan harga BBM umumnya berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok dan tarif angkutan.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan harga energi global serta kondisi fiskal nasional sebelum mengambil kebijakan lanjutan. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan diperkuat guna memastikan stabilitas harga dan pasokan BBM tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implem

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak
