Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tetap Stabil di Tengah Pelemahan Rupiah, Bukti Komitmen Jaga Daya Beli Rakyat
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026 meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan dan mendekati level Rp17.900 per dolar AS.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, yang menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga energi sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
“Untuk kenaikan harga BBM yang subsidi, ini kan sudah disampaikan tidak naik hingga akhir tahun,” ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Selain memastikan harga tetap stabil, pemerintah juga menjamin ketersediaan stok BBM nasional berada dalam kondisi aman. Bahkan, cadangan operasional berbagai jenis BBM saat ini disebut jauh berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kalau untuk ketersediaan BBM, cadangan yang ada saat ini jauh di atas cadangan minimal. Untuk Pertalite maupun Solar CN48 stoknya aman dan berada di atas batas minimal,” jelasnya.
Pemerintah juga memastikan pasokan BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Langkah tersebut menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional meskipun kondisi ekonomi global masih bergejolak.
Dalam menghadapi tekanan nilai tukar rupiah, pemerintah terus memperkuat sektor energi melalui peningkatan produksi minyak domestik dan optimalisasi kapasitas kilang nasional. Strategi ini dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi sekaligus menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.
“Produksi minyak dalam negeri terus kita dorong untuk meningkat dan kilang-kilang nasional juga sudah kita siapkan untuk mendukung kebutuhan energi nasional,” kata Yuliot.
Komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga BBM menjadi kabar baik bagi masyarakat karena dapat membantu menjaga biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Kebijakan tersebut sekaligus menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada rakyat di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana menaikkan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, meskipun harga minyak dunia sempat mengalami kenaikan, kondisi fiskal dan perhitungan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) masih berada dalam batas aman.
“Rata-rata ICP kita dari Januari sampai sekarang masih sekitar 80 hingga 81 dolar AS per barel, sehingga belum mencapai batas yang mengharuskan adanya penyesuaian harga BBM subsidi,” ujar Bahlil.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kebutuhan energi tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Langkah menjaga harga BBM subsidi tetap stabil juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga inflasi tetap terkendali, serta memastikan aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat terus berjalan dengan baik di tengah tantangan ekonomi global.
Kebijakan ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi kepentingan rakyat, menjaga ketahanan energi nasional, dan memastikan manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implem

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak
