Pemerintah Kaji PJJ Mulai April 2026 untuk Efisiensi Energi, Distribusi MBG Berpotensi Disesuaikan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

JAKARTA, 23 Maret 2026 — Pemerintah mewacanakan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa mulai April 2026 sebagai bagian dari kebijakan efisiensi energi nasional. Kebijakan ini masih dalam tahap kajian dan berpotensi memengaruhi mekanisme distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), seiring perubahan pola belajar dari sekolah ke rumah.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa rencana tersebut harus disusun secara terukur dan berbasis data. Ia menyebut kebijakan ini mempertimbangkan pengalaman saat pandemi COVID-19 serta kondisi konsumsi energi dan mobilitas masyarakat saat ini.
“Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat,” ujar Pratikno dalam keterangannya, Senin (23/3).
Pratikno menambahkan, implementasi PJJ tidak boleh mengganggu kualitas pembelajaran maupun layanan publik. Pemerintah akan menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik mata pelajaran, termasuk tetap mempertahankan sistem tatap muka untuk kegiatan praktikum.
“Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” tegasnya.
Seiring wacana tersebut, pemerintah juga mengkaji penyesuaian distribusi program MBG yang selama ini berbasis kehadiran siswa di sekolah. Selain itu, pembiayaan akses internet bagi siswa menjadi salah satu isu yang masih dibahas lebih lanjut untuk menjamin keberlanjutan proses belajar dari rumah.
Kebijakan efisiensi energi ini tidak hanya menyasar sektor pendidikan. Pemerintah turut mempertimbangkan penerapan skema kerja fleksibel, termasuk work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sektor swasta.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut kebijakan WFH perlu dikaji matang agar tidak mengganggu produktivitas. “WFH bagaimana itu kadang-kadang ada hal-hal yang nggak bisa dikerjakan dengan baik kalau disuruh WFH,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kebijakan tersebut masih menunggu perkembangan situasi global, termasuk harga minyak dan dinamika geopolitik.
“Nanti kita lihat situasinya. Situasi harga minyak, situasi perang. Kita ikuti situasi yang berkembang,” kata Airlangga.
Secara historis, kebijakan PJJ pernah diterapkan secara luas selama pandemi COVID-19, yang menunjukkan dampak signifikan terhadap pola konsumsi energi dan mobilitas masyarakat. Pengalaman tersebut kini menjadi referensi dalam merancang kebijakan efisiensi energi yang lebih adaptif.
Dari sisi dampak, penerapan PJJ berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar dan energi transportasi, namun juga menimbulkan tantangan baru, seperti kesenjangan akses internet, efektivitas pembelajaran, serta penyesuaian distribusi program bantuan seperti MBG. Di sisi lain, kebijakan WFH dapat membantu menekan penggunaan energi perkantoran, tetapi berisiko memengaruhi kinerja sektor tertentu.
Pemerintah menyatakan akan melanjutkan kajian lintas sektor sebelum mengambil keputusan final. Koordinasi antar kementerian dan lembaga akan diperkuat guna memastikan kebijakan yang diambil tetap menjaga keseimbangan antara efisiensi energi, kualitas pendidikan, serta keberlanjutan pelayanan publik.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
