Pembangunan Sekolah Rakyat Bekasi Capai 65 Persen, Ditargetkan Beroperasi Juni 2026
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

BEKASI — Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap II di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). Pemerintah memastikan proyek pendidikan prioritas tersebut terus dipercepat agar dapat mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Dalam peninjauan tersebut, Dudung didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja serta jajaran pemerintah daerah dan pelaksana proyek. Berdasarkan laporan di lapangan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Bekasi telah mencapai 65,2 persen.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi dirancang untuk menampung sekitar 1.080 siswa mulai jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Pemerintah menargetkan fasilitas pendidikan tersebut mulai beroperasi pada 20 Juni 2026 bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan gratis bagi masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera dan kelompok rentan. Konsep sekolah terpadu tersebut menggabungkan fasilitas pendidikan, asrama, serta layanan penunjang untuk mendukung pemerataan kualitas pendidikan nasional.
Pemerintah sebelumnya menargetkan pembangunan puluhan Sekolah Rakyat di berbagai daerah selesai secara bertahap sepanjang 2026. Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial menjadi dua instansi utama yang terlibat dalam percepatan pembangunan proyek tersebut.
Sejumlah proyek Sekolah Rakyat lain juga tengah dipercepat di berbagai daerah seperti Wonosobo, Brebes, dan wilayah lain di Jawa Tengah maupun Jawa Barat. Pemerintah menargetkan pembangunan sekolah dilakukan sebelum Juli 2026 agar siswa dapat langsung memanfaatkan fasilitas pada tahun ajaran baru.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan membantu mengurangi angka putus sekolah, memperluas akses pendidikan berkualitas, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Selain itu, pembangunan fasilitas pendidikan baru juga diproyeksikan menciptakan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja konstruksi dan aktivitas ekonomi sekitar kawasan sekolah.
Dalam beberapa kesempatan, pemerintah menegaskan Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai fasilitas pendidikan formal, tetapi juga pusat pengembangan karakter dan pemberdayaan sosial masyarakat.
Ke depan, pemerintah akan terus memantau progres pembangunan agar seluruh target penyelesaian infrastruktur pendidikan dapat tercapai tepat waktu dan siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
