Panglima TNI dan Mentan Panen Raya Kedelai di Nganjuk, Dorong Swasembada Pangan Nasional
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

NGANJUK — Agus Subiyanto bersama Andi Amran Sulaiman melaksanakan panen raya kedelai program ketahanan pangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dan TNI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional menuju swasembada kedelai.
Panen raya turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Panen kedelai dilaksanakan di lahan seluas 100 hektare di Desa Ngudikan. Sementara total area pengembangan kedelai di Kecamatan Wilangan mencapai 400 hektare dengan estimasi hasil panen sekitar 1,5 hingga 2 ton per hektare.
Selain di Wilangan, pengembangan kedelai juga dilakukan di Kecamatan Rejoso dengan luas lahan mencapai 1.270,9 hektare dan Kecamatan Bagor seluas 629,1 hektare yang saat ini masih dalam tahap pertumbuhan tanaman.
Dalam sambutannya, Panglima TNI menegaskan pentingnya pengembangan kedelai nasional secara bertahap dan berkelanjutan guna mengurangi ketergantungan impor kedelai.
“Kondisi ini memberikan gambaran bahwa swasembada kedelai harus dilakukan secara bertahap, terukur dan masif melalui perluasan lahan tanam kedelai di wilayah potensial. Nanti akan kita manfaatkan lahan-lahan tidur yang ada di TNI dan mungkin di desa,” ujar Agus Subiyanto.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dinilai menjadi salah satu fondasi penting bagi ketahanan negara.
“Terima kasih juga saya ucapkan sekali lagi sinergi antara TNI, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, petani, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Jadikan panen raya ini sebagai momentum untuk memperkuat kemandirian pangan nasional,” tegasnya.
Pemerintah saat ini terus mendorong peningkatan produksi kedelai dalam negeri seiring tingginya kebutuhan nasional untuk bahan baku tahu dan tempe. Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasional yang mencapai jutaan ton per tahun.
Melalui program ketahanan pangan, TNI tidak hanya berperan dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga mendukung sektor strategis nasional seperti pertanian, pengelolaan lahan produktif, hingga pendampingan petani di daerah.
Panen raya di Nganjuk menjadi bagian dari langkah pemerintah memperluas area tanam kedelai nasional melalui optimalisasi lahan potensial, termasuk pemanfaatan lahan tidur milik negara dan kerja sama lintas sektor untuk mendukung target swasembada pangan nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implem

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak
