BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Terus Dinormalisasi Antrean SPBU Ditargetkan Segera Terurai
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 29 Jul 2026, 13.53

JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan terus melakukan langkah-langkah percepatan normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di berbagai daerah guna mengatasi antrean yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pemerintah menargetkan kondisi tersebut dapat kembali normal dalam waktu 1–2 hari.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menjelaskan bahwa antrean yang terjadi dipengaruhi oleh meningkatnya pembelian masyarakat atau panic buying, sementara pasokan BBM secara nasional tetap berada dalam kondisi yang aman.
"Kami terus berjuang keras untuk melakukan normalisasi. Paling lama satu hingga dua hari ke depan, insya Allah semuanya akan terurai dan kembali lancar," ujar Wahyudi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Menurut Wahyudi, ketersediaan biosolar, minyak tanah, maupun Pertalite masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun, dalam beberapa hari terakhir terjadi perubahan pola konsumsi, di mana sebagian masyarakat beralih dari BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk memastikan distribusi berjalan optimal, BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat penyaluran BBM ke seluruh SPBU, terutama di wilayah yang mengalami peningkatan permintaan.
Ia menyebutkan, pada sejumlah daerah terjadi kenaikan konsumsi BBM sekitar 10 hingga 15 persen, sehingga pemerintah terus melakukan penyesuaian distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
BPH Migas juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan harian dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus mempercepat proses normalisasi di lapangan.
Sebelumnya, antrean kendaraan sempat terjadi di sejumlah SPBU di beberapa wilayah, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Pamekasan, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau kondisi distribusi BBM secara intensif bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pasokan tetap tersedia, pelayanan di SPBU kembali normal, serta kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemendagri Petakan Daerah Terdampak Pemotongan TKD, Kepala Daerah Diminta Hindari PHK Pegawai
JAKARTA, 30 Juli 2026 — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah memetakan sejumlah pemerintah daerah (pemda) yang mengalami kesulitan fiskal, termasuk kendala dalam membayar gaji pegawai sebagai dampak pen

Bulog Usulkan Beras Premium Bervitamin untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA – Perum Bulog mengusulkan pengembangan beras premium yang diperkaya vitamin (fortifikasi) sebagai salah satu upaya mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif tersebut ditujukan

Ketapang Jadi Daerah Pertama di Kalbar Kirim Siswa ke Sekolah Rakyat, 32 Peserta Didik Berangkat ke Pontianak
KETAPANG – Pemerintah Kabupaten Ketapang memberangkatkan 32 peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Pontianak Tahun Ajaran 2026/2027. Pelepasan siswa yang terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (
