Mini LNG Plant Tuban Resmi Beroperasi, Perkuat Ketahanan Energi dan Kurangi Impor LPG
croshaider@gmail.com
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.01

TUBAN – Pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan infrastruktur gas bumi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan Mini LNG Plant milik PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Tuban, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah gas bumi domestik sekaligus mendukung target kemandirian energi nasional.
Bahlil menegaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan langkah nyata sektor industri dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).
“Fasilitas ini merupakan karya nyata yang mampu menghasilkan berbagai produk energi seperti LNG, LPG, CNG, kondensat, hingga ke depan liquid CO2 untuk memenuhi kebutuhan nasional,” ujar Bahlil.
Mini LNG Plant PT SAG memperoleh pasokan gas dari Lapangan Sumber yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java dengan alokasi sebesar 15 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) hingga tahun 2035. Kepastian pasokan tersebut diharapkan mampu memberikan jaminan keberlanjutan operasional sekaligus kepastian investasi bagi pelaku usaha.
Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi LNG hingga 55.300 ton per tahun dengan tangki penyimpanan berkapasitas 1.600 meter kubik. Selain LNG, fasilitas tersebut juga mampu memproduksi sekitar 9.800 ton LPG per tahun, 19.600 barel kondensat per tahun, serta dirancang menghasilkan sekitar 21.000 ton liquid CO2 setiap tahun.
Seluruh hasil produksi akan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, ritel, hingga pembangkit listrik di wilayah Jawa, Bali, dan Sulawesi. Infrastruktur yang dibangun juga dirancang untuk mendukung distribusi LNG melalui transportasi darat sehingga mampu memperluas pemanfaatan gas bumi di berbagai sektor.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menjelaskan bahwa kondisi harga gas di Jawa Timur masih relatif stabil. Namun, beberapa wilayah seperti Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan Jakarta mengalami penyesuaian harga akibat menurunnya produksi dari sejumlah lapangan gas yang selama ini menjadi sumber pasokan utama.
Karena itu, Bahlil meminta PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java menjaga kontinuitas pasokan gas hingga masa kontrak berakhir pada 2035. Menurutnya, kepastian pasokan merupakan faktor penting untuk menjaga keberlangsungan investasi sekaligus mendukung pengembangan industri hilir gas nasional.
Peresmian Mini LNG Plant PT SAG menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan pemanfaatan sumber daya gas bumi domestik, memperluas hilirisasi energi, serta mendukung target Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian energi yang berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implem

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak
